JAKARTA - Kanker usus besar atau yang dikenal sebagai kanker kolorektal dapat berkembang tanpa menampakkan gejala yang jelas. Penyakit pada saluran pencernaan ini sering kali dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang luput dari perhatian.
"Penting untuk diingat bahwa seringkali kanker kolorektal tidak memiliki gejala, itulah sebabnya melakukan skrining dini dan teratur seperti yang direkomendasikan dokter Anda sangat penting," kata Pashtoon Kasi, M.D., M.S.
Berikut adalah sejumlah kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar:
Duduk terlalu lama
Duduk dalam durasi panjang dan minim aktivitas fisik terbukti meningkatkan risiko kanker kolorektal. Perilaku kurang gerak dapat memicu resistensi insulin, peradangan kronis, serta penumpukan lemak tubuh yang tidak sehat bagi usus besar.
American Cancer Society menyarankan orang dewasa melakukan aktivitas sedang selama 150–300 menit atau aktivitas berat 75–150 menit per minggu. Disarankan pula untuk menyelingi duduk lama dengan berdiri atau berjalan singkat.
Kurang mengonsumsi serat
Pola makan rendah serat membuat sisa makanan mengendap lebih lama di usus besar, sehingga zat berbahaya berinteraksi lebih lama dengan sel-sel usus. Hal ini juga menurunkan produksi asam lemak rantai pendek penyokong kesehatan usus.
Gastroenterolog Lance Uradomo, M.D., M.P.H., menegaskan pentingnya asupan serat untuk menjaga kelancaran sistem pencernaan.
“Serat menyediakan energi untuk sel-sel usus besar kami dan membantu menjaga kelancaran saluran pencernaan," katanya.
Mengonsumsi alkohol secara teratur
Proses pemecahan alkohol menghasilkan asetaldehida, senyawa karsinogenik yang merusak DNA. Alkohol juga memicu stres oksidatif dan mengganggu penyerapan folat yang berperan dalam perbaikan sel.
Risiko ini tidak hanya mengintai peminum berat, tetapi juga peminum tingkat sedang dan ringan. Menambahkan hari bebas alkohol atau beralih ke mocktail bisa menjadi langkah pencegahan awal.
Kebiasaan merokok
Merokok memaparkan tubuh pada zat karsinogen yang dapat merusak DNA di usus besar dan mendorong pembentukan polip prakanker. Berbagai riset membuktikan adanya keterkaitan erat antara merokok dan tingginya risiko kanker kolorektal.
Menunda pemeriksaan gejala
Menunda pemeriksaan memberikan waktu bagi sel prakanker atau kanker stadium awal untuk berkembang tanpa disadari. American Cancer Society merekomendasikan skrining rutin dimulai sejak usia 45 hingga 75 tahun.
Skrining dapat dilakukan melalui kolonoskopi, tes feses, maupun tes darah. Gejala seperti pendarahan saat buang air besar, perubahan pola BAB yang konstan, nyeri perut berkelanjutan, atau penurunan berat badan drastis harus segera diperiksakan ke dokter.