Beban Operasional Membengkak, Bank Saqu Catat Kerugian Juni 2026

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:50:01 WIB
Bank Saqu.

JAKARTA - PT Bank Saqu Indonesia atau Bank Saqu mencatatkan kerugian sebesar Rp129,61 miliar hingga periode Juni 2026. Capaian tersebut berbanding tipis dari kerugian periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka Rp129,11 miliar.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan, entitas perbankan milik Astra Financial dan WeLab ini sejatinya membukukan peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 23,74 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp367,52 miliar per Juni 2026.

Pendapatan komisi perseroan turut mengalami lonjakan signifikan 335,93 persen YoY dari posisi Juni 2025 senilai Rp4,11 miliar menjadi Rp17,92 miliar pada Juni 2026. Sementara itu, pendapatan operasional lainnya melesat 90,85 persen YoY menjadi Rp10,82 miliar dari sebelumnya Rp5,67 miliar.

Kendati demikian, kerugian yang dialami perseroan dipicu oleh kenaikan deretan beban operasional yang membengkak. Tercatat, beban operasional lainnya meningkat sebesar 16,79 persen YoY menjadi Rp497,68 miliar.

Dari sisi kinerja intermediasi, Bank Saqu sukses menyalurkan pembiayaan kredit senilai Rp8,65 triliun per Juni 2026. Realisasi ini melesat 70,86 persen YoY dari posisi Juni 2025 yang tercatat sebesar Rp5,066 triliun.

Penyaluran pembiayaan tersebut ditopang oleh segmen Bank Saqu Bisnis dan Digital, serta didorong oleh kepercayaan lebih dari 3,8 juta nasabah yang memanfaatkan layanan perbankan ini untuk menunjang aktivitas harian maupun pengembangan usaha.

Perolehan total aset perseroan turut terkerek naik sebesar 25,31 persen YoY, dari semula Rp13,31 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp16,68 triliun per Juni 2026.

Pada periode yang sama, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp8,96 triliun atau tumbuh 36,06 persen YoY dibanding posisi tahun lalu senilai Rp6,59 triliun.

Pertumbuhan DPK ini didorong oleh simpanan giro yang melonjak 142,22 persen YoY dari Rp521,97 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp1,26 triliun per Juni 2026.

Komponen simpanan tabungan dan deposito juga mencatatkan pertumbuhan positif, masing-masing sebesar 46,19 persen YoY dan 24,46 persen YoY menjadi Rp1,01 triliun dan Rp6,69 triliun.

Plt. Presiden Direktur Bank Saqu Leka Madiadipoera menegaskan bahwa pertumbuhan kinerja ini merupakan wujud kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan praktis yang disajikan perseroan untuk kebutuhan personal maupun bisnis.

“Kepercayaan tersebut menjadi fondasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang memberikan nilai tambah bagi nasabah,” kata Leka dalam keterangan resminya, dikutip pada Jumat (24/7/2026).

Terkini