Amman Mineral Rampungkan Smelter Tembaga di Sumbawa Barat

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:44:31 WIB
Ilustrasi PT Amman Mineral Internasional Tbk.

JAKARTA - PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) secara resmi telah merampungkan pembangunan fasilitas smelter tembaga yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kepastian penyelesaian proyek tersebut dikukuhkan lewat penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) antara AMMN dengan China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. (NFC) di Beijing, China, pada 18 Juli 2026.

Penandatanganan PAC menjadi bukti sah bahwa seluruh pekerjaan konstruksi beserta penyelesaian daftar pekerjaan minor (punch list) terkait komisioning telah dituntaskan sesuai dengan batasan ruang lingkup kontrak.

Meski fasilitas pengolahan ini sebenarnya sudah beroperasi lebih dari satu tahun, terbitnya sertifikat tersebut memastikan fasilitas telah memenuhi seluruh standar uji jaminan kinerja dan siap melaju ke fase operasi jangka panjang.

Presiden Direktur AMMN Arief Sidarto menjelaskan bahwa smelter yang menyandang status Proyek Strategis Nasional (PSN) ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 900.000 metrik ton konsentrat tembaga per tahun.

Pasokan pengolahan berasal dari tambang Batu Hijau dan ke depannya disiapkan untuk mengolah hasil produksi dari tambang Elang. Kompleks ini dirancang menghasilkan katoda tembaga, emas, perak, asam sulfat, hingga selenium.

Produk hasil pemurnian tersebut akan menjadi pasokan bahan baku vital bagi sektor energi terbarukan, ekosistem kendaraan listrik, teknologi digital, hingga industri manufaktur berteknologi tinggi.

Arief menegaskan bahwa fasilitas pengolahan ini dibangun menggunakan teknologi pengolahan mutakhir serta menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang mengacu pada standar internasional.

"Rampungnya proyek smelter ini merupakan pencapaian penting bagi AMMAN. Di baliknya terdapat kerja keras, ketangguhan, dan kolaborasi yang kuat dari seluruh karyawan serta para mitra kami dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pembangunan dan komisioning. Beroperasinya smelter ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung agenda hilirisasi nasional," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan ekosistem kebijakan tetap dibutuhkan agar industri pengolahan dan pertambangan dalam negeri mampu mempertahankan daya saing di tengah dinamika global.

Sementara itu, Chairman NFC Liu Yu menyampaikan bahwa keberhasilan proyek ini menjadi cerminan nyata dari kolaborasi internasional dalam membangun industri pengolahan mineral berskala besar.

Tuntasnya proyek ini sekaligus menandai transformasi Amman menjadi perusahaan terintegrasi penuh, dari kegiatan penambangan hingga pengolahan mineral untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang Indonesia di pasar internasional.

Terkini