Terkena Tekanan Dolar AS, Harga Emas Spot Alami Penurunan

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:55:31 WIB
Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar AS dan Kenaikan Minyak Global [FOTO: NET].

JAKARTA — Pergerakan komoditas harga emas diproyeksikan masih akan terus berada dalam tekanan pada sesi perdagangan hari Jumat (24/7/2026), seiring dengan tren penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta lonjakan harga komoditas minyak yang secara otomatis mereduksi daya tarik investasi pada logam mulia.

Berdasarkan laporan dari Kitco News, penutupan perdagangan harga emas di pasar spot pada hari Kamis (23/7/2026) waktu setempat tercatat mengalami koreksi tajam merosot sebesar 1,98% hingga menyentuh level US$4.047,80 per troy ounce.

Tekanan bertubi-tubi terhadap aset emas ini tetap terjadi meskipun kondisi tensi geopolitik yang memanas antara pihak AS dan Iran sebetulnya masih memicu lonjakan permintaan terhadap aset-aset pelindung nilai aman (safe haven).

Lonjakan harga minyak yang dipicu oleh kekhawatiran atas potensi risiko gangguan rantai pasok pasokan energi global justru mendongkrak ekspektasi laju inflasi, yang pada gilirannya mengangkat tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun ke kisaran level 4,7%, sekaligus memberikan topangan kuat bagi penguatan indeks dolar AS.

Dinamika situasi tersebut membuat para pelaku pasar cenderung memilih mengurangi porsi kepemilikan aset pada instrumen emas yang tidak menawarkan tingkat imbal hasil.

Di samping itu, para pelaku pasar di bursa juga masih mencermati rilis data fundamental ekonomi AS yang merefleksikan ketahanan sektor ketenagakerjaan yang masih solid. Angka klaim tunjangan pengangguran mingguan tercatat mengalami penurunan sebanyak 22.000 menjadi di level 187.000, yang merupakan posisi terendah sejak bulan September 1969 silam.

Data tenaga kerja yang kuat ini semakin memperkokoh ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan memilih untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya pada agenda pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 29 Juli mendatang, serta belum memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Pada saat yang bersamaan, pihak Bank Sentral Eropa (ECB) juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 2,25% sembari tetap mengambil sikap waspada terhadap potensi risiko lonjakan inflasi yang digerakkan oleh kenaikan harga energi.

Meninjau dari sudut pandang analisis teknikal, momentum pergerakan harga emas dalam rentang jangka pendek terpantau mulai melemah selepas harganya merosot ke bawah garis rata-rata pergerakan 100 periode di level US$4.083 serta gagal menembus area *resistance* di kisaran US$4.148.

Apabila tekanan aksi jual terus berlanjut hingga sukses menembus ambang batas level US$4.039,40, maka pergerakan harga emas berisiko besar untuk melanjutkan tren pelemahannya menuju level US$4.020 hingga kisaran US$3.957 per troy ounce.

Sebaliknya, apabila komoditas ini mampu kembali bertahan di atas level US$4.075, tekanan jual jangka pendek diprediksikan mulai mereda. Sementara itu, keberhasilan menembus kembali area *resistance* US$4.148 akan membuka lebar peluang pembalikan arah penguatan menuju target level US$4.200 hingga US$4.246 per troy ounce.

Menghadapi jalannya perdagangan hari ini, para pelaku pasar secara seksama akan memantau rilis data awal indeks manajer pembelian (Purchasing Managers' Index / PMI) Amerika Serikat serta perkembangan eskalasi terbaru dari konflik di kawasan strategis Selat Hormuz dan Laut Merah yang masih menyimpan potensi besar dalam mengintervensi arah pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar dolar AS, maupun aset-aset safe haven.

08:19 WIB Harga Emas Melemah Pagi Ini

Merujuk pada catatan data dari platform Kitco, pergerakan harga emas di pasar spot terpantau mengalami pelemahan tipis sebesar 0,12% atau terkoreksi 5 poin ke posisi level US$4.043,7 per troy ounce tepat pada pukul 08.19 WIB.

10:45 WIB Harga Emas Masih Melemah

Berdasarkan data Kitco, pergerakan harga emas di pasar spot tercatat kembali melemah sebesar 0,44% atau terpangkas 17,80 poin ke level US$4.030,9 per troy ounce pada pukul 10.44 WIB.

Tren pergerakan harga emas diproyeksikan masih akan terus bergerak dalam tekanan pelemahan untuk perdagangan sepanjang pekan depan, seiring dengan tekanan indikator teknikal yang kembali menguat serta sokongan faktor sentimen fundamental yang konsisten menopang penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Analis dari Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengemukakan pandangannya bahwa harga emas saat ini telah kembali memasuki fase tren sekunder menurun (secondary trend bearish) menyusul terbentuknya pola grafik Bearish Engulfing di area resistance pada grafik harian. Selama harga masih belum sanggup menembus level resistance di angka 4.125, peluang terjadinya koreksi dinilai masih jauh lebih dominan.

"Selama harga masih bergerak di bawah level 4.125, kecenderungan penurunan diperkirakan masih menjadi skenario utama sepanjang pekan depan. Area 3.996 menjadi support pertama yang akan diuji, dan apabila level tersebut ditembus, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju 3.942," ujar Geraldo dalam risetnya, Jumat (24/7/2026).

Menurut analisa pandangannya, indikator stochastic memang terpantau mulai bergerak memasuki wilayah jenuh jual (oversold) yang pada gilirannya membuka peluang terjadinya pembalikan pantulan teknikal (technical rebound) dalam horizon jangka pendek. 

Kendati demikian, potensi kenaikan tersebut diperkirakan sifatnya hanya sementara saja sepanjang belum ada konfirmasi valid mengenai perubahan tren melalui keberhasilan penembusan area resistance.

Di samping faktor teknikal murni, Geraldo menilai bahwa arah lintasan pergerakan harga emas ke depan juga akan sangat ditentukan oleh faktor penguatan dolar AS, dinamika pergerakan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), serta proyeksi ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed). 

Apabila data-data indikator ekonomi AS kembali dirilis dalam kondisi yang solid, maka peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga di level tinggi akan kian membesar, yang otomatis berpotensi memberikan tekanan lanjutan terhadap harga emas.

Sebaliknya, apabila data ekonomi AS justru menunjukkan pelemahan atau tensi konflik geopolitik global kembali meningkat, kondisi tersebut dapat memicu kembalinya arus permintaan terhadap aset safe haven yang bertindak sebagai katalis positif bagi harga emas.

13:14 WIB Emas Melemah ke US$4.029 per Ons Berdasarkan data dari Kitco, pergerakan harga emas di pasar spot terpantau kembali terkoreksi melemah sebesar 0,48% atau terpangkas 20,50 poin ke level US$4.029 per troy ounce pada pukul 13.12 WIB.

17:18 WIB Harga Emas Berbalik Menguat

Menjelang penutupan sesi sore, pergerakan harga emas terpantau berhasil berbalik arah masuk kembali ke zona hijau. Berdasarkan data Kitco, harga emas di pasar spot tercatat menguat sebesar 0,27% atau bertambah 11 poin hingga nangkring di level US$4.059,70 per troy ounce pada pukul 17.17 WIB.

Terkini