Menelepon di Pesawat Bakal Dilarang Secara Hukum di Amerika Serikat

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:50:01 WIB
Ilustrasi Menelepon di Pesawat.

JAKARTA - Aktivitas menelepon dan merokok di dalam pesawat diperkirakan bakal segera memiliki kesamaan baru, yakni sama-sama dilarang secara hukum di industri penerbangan Amerika Serikat (AS).

Langkah tersebut mengemuka setelah anggota DPR AS mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) bertajuk Quiet Skies Act guna melarang panggilan suara maupun video call di dalam kabin penerbangan.

Pengajuan RUU ini dinilai kian krusial seiring dengan makin meluasnya penyediaan akses jaringan Wi-Fi di atas awan oleh berbagai maskapai penerbangan.

Para mantan awak kabin menilai pembentukan aturan resmi dari pemerintah sangat krusial untuk melindungi kenyamanan penumpang sekaligus menjaga keselamatan operasional seluruh kru.

"Kami berada di dalam tabung besi yang melaju kencang di ketinggian 38.000 kaki. Ini bukanlah situasi yang normal," ujar mantan pramugari Virgin Atlantic, Ally Murphy.

Ia menambahkan bahwa berbicara dengan suara keras di dalam ruang kabin yang rapat dapat sangat mengganggu kenyamanan penumpang yang berada di sekitarnya.

Kongres AS sebenarnya telah meminta Badan Penerbangan Federal (FAA) melarang panggilan telepon sejak 2018, namun RUU baru ini kini mendesak FAA merampungkannya dalam kurun 180 hari.

Suara percakapan telepon yang nyaring dinilai berpotensi memecah konsentrasi, memicu konflik antarpenumpang, serta menyulitkan orang lain mendengar instruksi keselamatan dari kru.

Pakar industri perjalanan Bobby Laurie menilai aturan terpusat dari pemerintah sangat penting guna menghindari perbedaan kebijakan antarmaskapai yang sering membingungkan penumpang.

"Ketika Anda meminta orang untuk saling bertoleransi, batasan tenggang rasa setiap orang itu berbeda-beda," jelas Laurie.

Sementara itu, pakar etika Jacqueline Whitmore menekankan pentingnya menjaga kesopanan di ruang publik karena jarak antarkursi penumpang yang sangat berdekatan.

"Jarak Anda dengan penumpang sebelah hanya sejangkauan jari, sehingga mereka bisa mendengar setiap kata yang Anda ucapkan. Tidak ada orang yang ingin mendengarkan percakapan pribadi Anda," tutur Whitmore.

Terkini