Pameran Kawan Nusantara 2026 Hadirkan Semangat Evolusi Budaya

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:12:31 WIB
Merawat Warisan Budaya Lewat Pameran Kawan Nusantara 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Ajang Kawan Nusantara kembali dihelat untuk yang keenam kalinya pada tanggal 23 hingga 24 Juli 2026 bertempat di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta. Diprakarsai oleh jenama perhiasan Tulola, pameran ini mengangkat tema utama bertajuk "Evolusi: Heritage and Craft as a Vessel of Light and Wisdom". 

Pergelaran rutin tahunan ini hadir sebagai ekosistem kreatif yang mempertemukan unsur seni, kebudayaan, kriya, serta inovasi dari berbagai perajin lokal tanah air.

Baca juga: Kawan Nusantara dari Tulola Hadirkan Art Wear hingga Perak Bali

Tema evolusi menjadi fondasi utama yang menggerakkan sekujur elemen pameran, merangkum perjalanan adaptasi warisan budaya di tengah arus perubahan zaman.

 Menyelaraskan perjalanan evolusi dan warisan budaya di Kawan Nusantara 2026 Mengapa tema "evolusi" dipilih? Lihat Foto Founder, Principal Designer & Creative Director Tulola, Sri Luce Rusna (kiri) dan Founder & Creative Conceptor Tulola, Happy Salma (kanan), di pameran Kawan Nusantara 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Meracik Masa Depan di Balik Secangkir Kopi Artikel Kompas.id

Pengambilan tema evolusi ini bermula dari proses perenungan mendalam mengenai pelbagai dinamika yang mewarnai kehidupan masyarakat belakangan ini.

Baca juga: Makna Koleksi Tulola x Bakti BCA yang Libatkan Maestro Perak Desa Taro Bali

Transformasi tersebut tidak sekadar menyentuh ranah kesenian belaka, melainkan pula ruang batin dari para perajin kreatifnya.

"Tahun ini rasanya sangat relevan untuk membuka dialog mengenai evolusi. Tentang apa maknanya, tentang sebuah transformasi, dan juga pertumbuhan," ungkap Founder, Principal Designer & Creative Director Tulola, Sri Luce Rusna, di lokasi, Kamis (23/7/2026).

Proses bertumbuh tersebut diyakini merambah lebih jauh dari sekadar aspek kreativitas visual secara teknis. Penyesuaian ini meresap ke dalam pelbagai dimensi kehidupan spiritual sang kreator. 

Merajut memori leluhur dan refleksi masa depan Lihat Foto (kiri-kanan) Founder, Principal Designer & Creative Director Tulola Sri Luce Rusna, EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk Hera F. Haryn, arsitek dan kurator Trianzani Sulshi, seniman Kadek Dwi Darmawan, Founder & Creative Conceptor Tulola, Happy Salma, dan Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron, di pameran Kawan Nusantara 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Pesan evolusi tersebut diejawantahkan secara nyata melalui kolaborasi antar-disiplin guna merancang sebuah ruang instalasi khusus.

Baca juga: Tulola Ungkap Tantangan Membawa Motif Khas Desa Taro Bali ke Dalam Koleksi Reflection of Lights

Dengan memadukan replika ornamen tradisional subeng serta elemen kinetik yang diperbesar ukurannya, instalasi ini mengajak para pengunjung untuk merenungkan arah pergerakan kebudayaan masyarakat.

"Evolusi itu bukan hanya tentang pertumbuhan. Tapi kalau saya percayanya malah tentang dialog yang terjadi antara memori dan masa depan," kata arsitek dan kurator, Trianzani Sulshi.

Ruang ini ditata sedemikian rupa agar publik dapat meluangkan waktu sejenak guna merumuskan pemikiran mereka mengenai perjalanan sebuah sejarah peradaban.

Baca juga: Betadine Dukung PP TUNAS lewat Gen Bening, Dorong Anak Tetap Aktif Bereksplorasi di Era Digital

"Sehingga itu bisa menjadi wadah kontemplasi sebenarnya untuk teman-teman yang hadir nanti di sana, melihat bagaimana sih evolusi yang terjadi di subeng dan implikasinya," terang Trianzani.

Pesan arsitektural ini turut ditegaskan lewat karya-karya seni grafis di sekelilingnya.

"Setiap perubahan, setiap pergerakan itu, saya rasa mempunyai nilai-nilai serta pengetahuan-pengetahuan itu sendiri, yang coba kami gali kembali," tutur seniman Kadek Dwi Darmawan.

Lihat Foto Karya dari arsitek dan kurator Trianzani Sulshi, serta seniman Kadek Dwi Darmawan, di pameran Kawan Nusantara 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Baca juga: Strategi Persib Kapitalisasi Aset Intelektual Lewat Collectible Card

Berkarya sebagai sarana belajar dan bertumbuh Menyelaraskan pesan pameran dengan dinamika kehidupan, pergelaran ini menjadi wadah eksplorasi jati diri.

"Seorang seniman itu berkarya sebetulnya bukan hanya untuk kami bertahan hidup atau menghidupkan roda ekonomi. Di luar itu ada proses-proses di mana kami juga butuh ruang untuk bertumbuh dan belajar," papar Founder & Creative Conceptor Tulola Happy Salma.

Ia menekankan bahwa setiap produk kerajinan yang tercipta pada hakikatnya merupakan perpanjangan dari pengalaman hidup sang pencipta.

Baca juga: Jember Fashion Carnaval 2026 Bakal Digeler 24-26 Juli, Angkat Tema HEAL

"Karena kan setiap membuat karya, ya, perhiasan, baju, sepatu, bahkan candle, bahkan apapun lah itu, itu lahir dari cerita manusia," ucap Happy.

Pemahaman kultural semacam ini memegang peranan krusial sebagai bekal menghadapi terjangan zaman, agar masyarakat senantiasa memiliki ikatan historis.

"Jadi mungkin kami tidak akan gagap menghadapi masa depan bila kami punya ikatan yang kuat dengan masa lalu kami," tegasnya.

Baca juga: Tulola x Bakti BCA Rilis Perhiasan Baru, Gandeng Maestro Perak Desa Taro Bali

Lihat Foto Karya dari arsitek dan kurator Trianzani Sulshi, serta seniman Kadek Dwi Darmawan, di pameran Kawan Nusantara 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Dukungan BCA dan perluasan akses pasar UMKM Pameran ini turut menyuguhkan zona Heroes of Heritage yang memamerkan koleksi kolaborasi eksklusif. Sinergi antara Tulola dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di bawah naungan program Bakti BCA ini menggandeng dua perajin perak pembuat pratima atau benda-benda suci dari Desa Wisata Taro, Bali, yakni I Made Suama serta I Ketut Arsa Nata.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk Hera F. Haryn mengungkapkan bahwa zona ini juga menampilkan Keris Wibawa Gunung Raung karya I Komang Sudena, seorang perajin yang konsisten melestarikan tradisi pembuatan keris khas Bali.

Baca juga: Tarik Hampir 5000 Pengunjung, Bali Flower Festival 2026 Sebagai Ajang Kreativitas dan Bisnis

Kehadirannya merepresentasikan simbol penghormatan budaya sekaligus bukti nyata bahwa keahlian para maestro terus diwariskan dari generasi ke generasi. Pihak perbankan tidak sekadar berhenti pada kerja sama perhiasan semata, melainkan turut memfasilitasi pelbagai UMKM binaan agar mampu memperluas jangkauan pasar.

"Tidak hanya kami men-support kemampuan mereka, tapi di sisi lain juga kami membuka akses pasar untuk mereka," sebut Hera.

Baca juga: Koleksi Perhiasan dari Tulola Jewelry di Rumah Baru

Lihat Foto EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk Hera F. Haryn di pameran Kawan Nusantara 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Deretan jenama seperti Marista Santividya, Wastraloka, Linette Bag, Wastra Warna Alam, sampai layanan rias kuku dari penyandang disabilitas tunarungu, turut memeriahkan area pameran. Pihak penyelenggara pun merancang strategi promosi khusus guna mendongkrak omzet penjualan mereka.

"Kami memberikan diskon khusus, agar para nasabah kami mau berbelanja ke sini, kemudian juga membeli produk-produk tidak hanya Tulola, tapi produk-produk UMKM binaan Bakti BCA," papar Hera.

Fasilitas penawaran yang diberikan mencakup potongan harga serta skema cicilan nol persen bagi transaksi yang menggunakan kartu kredit maupun kartu debit perbankan tersebut.

"Spesial untuk nasabah BCA kali ini kami memberikan diskon 15 persen plus 5 persen, untuk nasabah Solitaire dan Prioritas kami, ada diskon tambahan sebesar sampai 20 persen," ujar beliau,

"Dukungan ini menjadi wujud nyata komitmen BCA dalam menciptakan sinergi inklusif yang melahirkan karya inovatif, bertanggung jawab, dan memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat luas," pungkas Hera.

Terkini