JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwasanya konsep Transit Oriented Development (TOD) bukan sebatas membangun sistem transportasi terpadu, melainkan mendongkrak kualitas hidup publik lewat pengembangan kawasan yang jauh lebih produktif, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
"Jika sebuah kawasan bisa mengintegrasikan antara kawasan atau lokasi tempat tinggal masyarakat, kemudian lokasi tempat bekerja, pendidikannya, bisnisnya, belanjanya, kesehatan, dan semua fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk berkegiatan atau berkehidupan sehari-hari, maka idealnya kehidupan kami semakin berkualitas, produktif, asri lingkungannya, sehat keluarganya, dan bisa memberikan waktu yang lebih banyak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kami secara keseluruhan," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut penjelasannya, tren urbanisasi yang melaju pesat menuntut jajaran pemerintah untuk menyiapkan wilayah perkotaan yang sanggup mengolaborasikan aneka aktivitas warga, mulai dari pemukiman, pusat perkantoran, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga simpul ekonomi dan ruang publik dalam satu ekosistem yang terkoneksi moda transportasi massal.
Melalui pengaplikasian konsep tersebut, publik diharapkan mampu memangkas durasi perjalanan, menggenjot produktivitas harian, serta memiliki lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga.
AHY menerangkan bahwasanya pengembangan TOD hadir sebagai solusi nyata atas rupa-rupa persoalan perkotaan, seperti kemacetan lalu lintas, lonjakan emisi karbon, keterbatasan lahan, hingga kemunduran kualitas lingkungan.
Oleh sebab itu, pembangunan kawasan tidak boleh cuma berfokus pada infrastruktur transportasi semata, melainkan wajib menyatukan penataan ruang, pemanfaatan lahan, mobilitas aktif, kegiatan ekonomi, kelestarian alam, serta dimensi sosial masyarakat.
Ia berpendapat pembangunan perkotaan ke depan mesti berpatokan pada prinsip pembangunan berbasis masyarakat (people-centered development), sehingga faedah pembangunan benar-benar dirasakan oleh warga melalui peningkatan mutu hidup, efisiensi mobilitas, serta pertumbuhan ekonomi lokal.
"Pada dasarnya, TOD merupakan upaya mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat ke dalam satu kawasan yang saling terhubung dan saling mendukung. Masyarakat dapat tinggal, bekerja, berbelanja, mengakses pendidikan, layanan kesehatan, hingga berbagai fasilitas publik dalam kawasan yang terintegrasi. Seluruh aktivitas tersebut didukung oleh sistem transportasi publik yang nyaman, aman, dan saling terkoneksi," kata AHY.
Menko IPK tersebut turut menekankan bahwasanya keberhasilan implementasi TOD sangat bersandar pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, akademisi, komunitas, hingga elemen masyarakat perlu berjalan selaras agar pengembangan kawasan membawa manfaat yang optimal.