JAKARTA - Perusahaan penyedia pusat data PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan positif dengan membukukan laba bersih Rp732,5 miliar pada semester I 2026.
Capaian laba bersih emiten portofolio Otto Toto Sugiri dan Anthoni Salim tersebut mengalami peningkatan 18,74 persen secara tahunan dibanding periode sebelumnya sebesar Rp616,94 miliar.
Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh lonjakan total pendapatan yang menyentuh angka Rp1,77 triliun, atau naik 33,23 persen dari perolehan tahun lalu sebesar Rp1,33 triliun.
Porsi pendapatan terbesar disumbangkan dari lini bisnis jasa kolokasi yang mencapai Rp1,67 triliun, serta lini pendapatan lain-lain sebesar Rp98,38 miliar.
Ditinjau dari kategori pelanggan, penerimaan dari pihak ketiga menyumbang porsi dominan sebesar Rp1,74 triliun, sedangkan kontribusi dari pihak berelasi tercatat Rp37,16 miliar.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan DCII mengalami kenaikan sebesar 50,88 persen secara tahunan dari Rp539,32 miliar menjadi Rp813,72 miliar.
Meski demikian, perseroan tetap mampu mengamankan laba bruto sebesar Rp963,6 miliar, atau tumbuh 21,25 persen dari pencapaian periode sama tahun lalu senilai Rp794,7 miliar.
Hingga paruh pertama 2026, nilai total aset perseroan menguat menjadi Rp8,01 triliun, membumbung dari posisi akhir tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp6,64 triliun.
Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat naik menjadi Rp3,27 triliun per 30 Juni 2026, dari posisi sebelumnya Rp2,64 triliun pada 31 Desember 2025.
Pertumbuhan ekuitas juga mencatatkan hasil positif dengan kenaikan menjadi Rp4,73 triliun pada akhir semester I 2026 dibanding perolehan Rp4 triliun pada akhir 2025.