CORE Sebut Dampak Mundurnya Gubernur BI Terhadap Rupiah Terbatas

Senin, 27 Juli 2026 | 05:36:01 WIB
Ekonom dari Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet.

JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai dampak pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo terhadap nilai tukar rupiah diperkirakan masih relatif terbatas.

Menurut Yusuf, pergerakan nilai tukar rupiah sejauh ini lebih banyak dipicu oleh dinamika faktor eksternal ketimbang isu pergantian kepemimpinan di tubuh bank sentral.

“Kalaupun terjadi pergerakan nilai tukar, baik berupa apresiasi maupun depresiasi, faktor yang lebih dominan tetap berasal dari sentimen global, seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, kondisi geopolitik, hingga pergerakan arus modal,” kata Yusuf di Jakarta, Senin.

Dari sisi domestik, fokus para pelaku pasar saat ini lebih tertuju pada kekuatan fundamental ekonomi nasional serta arah kebijakan pemerintah.

1. Sosok Destry Damayanti dan Respon Investor

Yusuf memandang penunjukan Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas Gubernur BI mampu memberikan kepastian yang dibutuhkan oleh pasar.

“Sosok sosok Destry Damayanti bukanlah figur baru di Bank Indonesia. Sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memahami dinamika pasar keuangan,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, rekam jejak Destry yang kuat sebagai ekonom membuat pasar memandang proses transisi ini sebagai bentuk keberlanjutan kebijakan, bukan perubahan drastis.

Bagi investor asing, konsistensi bank sentral dalam menjalankan tugas utamanya tetap menjadi prioritas ketimbang figur yang memimpin.

2. Sinergi Kebijakan dan Uji Kredibilitas Institusi

Di tengah tingginya ketidakpastian global, koordinasi antara BI dan pemerintah dalam menyelaraskan kebijakan moneter serta fiskal memegang peranan penting.

Yusuf menegaskan bahwa selama sinergi tersebut terjaga dan arah kebijakan moneter tetap konsisten, pergantian pucuk pimpinan tidak akan menggoyahkan kepercayaan investor.

“Justru, momentum ini akan menjadi ujian bagi institusi BI. Pasar akan menilai apakah proses transisi kepemimpinan berlangsung mulus tanpa mengganggu independensi, kredibilitas, maupun konsistensi kebijakan moneter. Apabila hal tersebut dapat dipertahankan, dampak pengunduran diri Gubernur BI terhadap pasar keuangan dan nilai tukar rupiah diperkirakan hanya bersifat sementara,” ujarnya.

Sebelumnya, BI mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo secara sukarela karena alasan pribadi pada Minggu (26/7).

Guna memastikan kestabilan ekonomi, BI menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan seluruh wewenang dan tugas kelembagaan sesuai amanat undang-undang.

“BI senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, yang dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja sesuai dengan amanat UU BI,” kata Destry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Terkini