BSDE Raih Prapenjualan Rp5,12 Triliun Sepanjang Semester I Tahun 2026

Kamis, 30 Juli 2026 | 02:09:01 WIB
Bumi Serpong Damai.

JAKARTA — Emiten properti milik grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mencatatkan pendapatan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp5,12 triliun pada semester I/2026.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyatakan bahwa perolehan tersebut setara dengan sekitar 51 persen dari target prapenjualan tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp10 triliun, serta tumbuh tipis 1 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu senilai Rp5,08 triliun.

"Pencapaian semester pertama mencerminkan kuatnya fundamental bisnis perseroan meskipun industri properti masih dibayangi dinamika suku bunga," ujarnya melalui keterangan tertulisnya dikutip Kamis (30/7/2026).

Ia menambahkan bahwa perseroan mampu menjaga tren pertumbuhan penjualan lewat strategi peluncuran produk secara selektif, portofolio yang beragam, serta kekuatan township BSD City yang kian matang.

Ditinjau dari komposisi penjualan, segmen residensial masih menjadi penyumbang terbesar dengan capaian Rp2,44 triliun atau sekitar 48 persen dari total prapenjualan semester I/2026.

Sementara itu, segmen komersial yang mencakup commercial lot, apartemen, dan ruko menyumbangkan Rp2,32 triliun atau sekitar 45 persen dari total marketing sales.

Adapun segmen lainnya memberikan kontribusi sebesar Rp364 miliar atau sekitar 7 persen dari keseluruhan prapenjualan.

Secara kuartalan, BSDE mengantongi prapenjualan sebesar Rp2,58 triliun pada kuartal II/2026, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kenaikan tersebut menandakan bahwa permintaan pasar terhadap produk residensial maupun komersial tetap terjaga dengan baik.

BSD City kembali menjadi motor utama pertumbuhan perseroan dengan memberikan kontribusi sekitar 66 persen terhadap total prapenjualan semester I/2026.

Penjualan tersebut terutama ditopang oleh beberapa proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, Armont Residences, Eonna, Terravia, Vireya, dan Izzi.

Selain BSD City, deretan proyek di kawasan lain turut membukukan kinerja positif, antara lain Dovia di Grand Wisata Bekasi, Orlens di Kota Wisata Cibubur, serta El Como di Grand City Balikpapan.

Di samping hunian, produk komersial juga menjadi pilar penting pendukung pertumbuhan prapenjualan BSDE pada semester pertama tahun ini.

Penjualan ruko tercatat mencapai Rp1,28 triliun, disusul commercial lot sebesar Rp789 miliar serta apartemen senilai Rp247 miliar.

Penyumbang utama penjualan komersial berasal dari proyek Nava Park Business Suites, Blueprint Design & Community Center, Delrey, dan West Village 2 yang bertempat di BSD City.

Sementara itu, penjualan apartemen didorong oleh proyek Aerium, The Elements, serta Southgate di Jakarta, di samping Akasa dan Upper West yang berada di BSD City.

Menurutnya, seiring dengan peningkatan aktivitas bisnis, ekonomi, dan gaya hidup di berbagai kawasan terpadu BSDE, permintaan terhadap produk komersial juga kian terpacu.

Memasuki semester II/2026, BSDE menilai permintaan atas hunian berkualitas serta kawasan terpadu tetap menjadi penopang utama dalam pasar properti.

Selain didorong kebutuhan pengguna akhir (end-user), daya tarik properti sebagai instrumen investasi jangka panjang juga dinilai tetap solid, terutama untuk proyek-proyek unggulan di kawasan BSD City.

Guna mempertahankan momentum pertumbuhan, perseroan akan terus melanjutkan strategi peluncuran proyek secara selektif sesuai kebutuhan pasar sekaligus menerapkan pendekatan penjualan yang prudent.

"Didukung oleh portofolio produk yang beragam, kekuatan BSD City sebagai township unggulan, serta program pemasaran nasional Royal Key yang kompetitif, kami optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai target prapenjualan tahun 2026 sebesar Rp10 triliun,” tegasnya.

Terkini