JAKARTA - Kondisi keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) semakin menunjukkan perkembangan positif. Perusahaan teknologi ini mulai memetik keuntungan dari lini bisnis Teknologi Keuangannya, yang dikenal melalui GoPay.
Pada kuartal kedua tahun 2026, GOTO berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar. Bila dibandingkan dengan perolehan pada kuartal I 2026, angka laba bersih GOTO mengalami kenaikan sebesar 47 persen.
Capaian di kuartal kedua ini sekaligus menandai keberhasilan perusahaan dalam mencatatkan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut.
EBITDA Grup yang disesuaikan secara kuartalan menembus lebih dari Rp1 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah, atau melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari bisnis Fintech GOTO yang mengalami pertumbuhan sangat pesat.
Direktur Utama GOTO Hans Patuwo bahkan menjelaskan bahwa ke depan, lini bisnis Fintech akan memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan ODS setelah diterapkannya potongan komisi sebesar 8 persen untuk aplikasi.
“Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami,” ungkap Hans pada Rabu (29/7)
Perolehan EBITDA Fintech yang disesuaikan menembus Rp481 miliar, atau melonjak hingga 447 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai EBITDA yang disesuaikan dari sektor ODS tercatat sebesar Rp464 miliar pada kuartal yang sama.
Sebagai informasi, ekosistem bisnis Fintech GOTO mencakup sektor pembayaran hingga layanan pinjaman.
Pada kurun waktu April hingga Juni 2026, jumlah pengguna bertransaksi bulanan di lini Fintech menembus 28,8 juta orang. Capaian ini tumbuh sebesar 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan signifikan pada jumlah pengguna aktif bulanan tersebut turut memicu pertumbuhan volume transaksi secara keseluruhan.
Sepanjang tiga bulan yang berakhir pada Juni 2026, total volume transaksi melesat hingga 91 persen menjadi 2,4 miliar transaksi.
Pertumbuhan jumlah pengguna beserta frekuensi transaksi tersebut juga berimbas positif terhadap perkembangan bisnis pembiayaan.
Hingga 30 Juni 2026, nilai buku pinjaman GOTO melonjak hingga Rp11 triliun atau mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 58 persen.
Kendati ekspansi penyaluran pinjaman tergolong cepat, kualitas aset kredit perusahaan tetap terjaga dengan aman.
Dalam laporan kinerjanya, GOTO konsisten menjaga rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di bawah kisaran 1 persen.
Sinergi pertumbuhan dari segmen pembayaran dan penyaluran pinjaman ini menjadi pendorong utama pendapatan bisnis Fintech.
Pada kuartal kedua 2026, pendapatan bersih Fintech GOTO berhasil mencapai Rp2,0 triliun atau meningkat sebesar 53 persen secara tahunan.