Kenaikan Harga Daging Ayam dan Sapi di Daerah Diwaspadai BPS

Senin, 10 Agustus 2026 | 20:15:02 WIB
Peternak memberi pakan ayam potong [FOTO: NET].

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) menaruh perhatian pada kenaikan harga daging ayam ras dan daging sapi di beberapa daerah pada pekan awal Agustus 2026. Situasi ini menjadi sorotan sebab lonjakan harga mulai terjadi di saat sebagian komoditas pangan secara umum masih aman.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan daging ayam ras memiliki tingkatan harga yang relatif rendah, tetapi perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tergolong tinggi. Hal itu mesti dicermati sebab jika kenaikan terus berlanjut, harga daging ayam berpotensi melewati harga acuan penjualan (HAP).

BPS mencatat harga daging ayam ras secara rerata nasional menyentuh Rp39.712 per kilogram pada pekan awal Agustus 2026. Angka tersebut masih sedikit di bawah HAP konsumen. Akan tetapi, area yang mengalami kenaikan IPH daging ayam ras telah mencapai 188 kabupaten/kota.

“Peningkatan harganya relatif tinggi. Tetapi kalau secara level harga, ini masih sedikit di bawah HAP. Ini mungkin untuk perlu perhatian karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP,” kata Amalia dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2026 yang disiarkan di YouTube Kemendagri, Senin (10/7/2026).

Sebagai contoh, Amalia menerangkan Kabupaten Bangka Selatan mencetak kenaikan IPH daging ayam ras 34,58%, kendati harga masih 3% di bawah HAP. Lalu di Kota Binjai, IPH naik 29,78% dengan harga 5% di atas HAP, sementara Kabupaten Kepahiang menorehkan kenaikan IPH 21,34% dengan harga 20% di atas HAP.

Amalia memaparkan kenaikan harga tersebut dipicu oleh dinamika pasokan dan permintaan yang berbeda di tiap daerah. Di Bangka Selatan, permintaan ayam melonjak akibat masyarakat beralih dari konsumsi ikan lantaran angin kencang dan gelombang tinggi membatasi pergerakan nelayan. Sementara di Kota Binjai, kenaikan harga ayam terdorong oleh bertambahnya permintaan pasar seusai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi kembali pascalibur sekolah.

“Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan kenaikan harga terjadi karena stok ayam di pasar terbatas sementara permintaan meningkat,” lanjutnya.

Selain daging ayam ras, BPS turut menyoroti lonjakan harga daging sapi yang sudah melampaui HAP. Amalia membeberkan harga rerata nasional daging sapi pada pekan awal Agustus 2026 telah menyentuh Rp143.737 per kilogram. Kondisi tersebut butuh perhatian ekstra meski jumlah kabupaten/kota yang mencatat kenaikan IPH daging sapi hanya 56 daerah.

“Untuk daging sapi ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena secara nasional rata-rata harga daging sapi pada minggu satu Agustus 2026 ini sudah jauh di atas HAP. Bahkan di minggu pertama bulan Agustus itu per kilogramnya menyentuh Rp143.737 per kilogram,” kata Amalia.

Sejumlah wilayah mencatat harga daging sapi melambung tinggi di atas HAP, seperti Kubu Raya yang mencapai Rp165.000 per kilogram atau 17,86% di atas HAP, dengan IPH naik 7,51%. Di Kabupaten Melawi, harganya bahkan menembus Rp180.000 per kilogram atau 28,6% di atas HAP.

Kementan Siapkan Realokasi Ayam

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Agung Sunusi mengutarakan pemerintah mesti memperkuat pemetaan pasokan ayam ras, terutama demi memantau kondisi surplus dan defisit harian. Pemetaan itu dinilai penting agar pemerintah dapat melakukan realokasi pasokan secara sigap, mencakup live bird, karkas, hingga mengoptimalkan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).

“Kami harus melakukan pemetaan pasokan, pemetaan surplus-defisit, tadi teman-teman Bapanas [Badan Pangan Nasional] sudah melakukan langkah-langkah konkret dan tentunya harus ada langkah cepat untuk pemetaan surplus defisit harian sehingga kami bisa melakukan realokasi cepat khususnya untuk live bird-nya, live bird-nya karkas dan optimasi RPHU,” kata Agung.

Di samping pasokan, pemerintah juga harus menjaga kestabilan pasar. Agung menuturkan pemerintah dapat melakukan penyerapan sewaktu harga berada di bawah HAP produsen serta mengadakan operasi pasar di wilayah bermasalah. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan cold chain guna menjaga cadangan ayam di daerah bersuhu harga tinggi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah mengamati faktor pakan sebagai salah satu pemicu naik pakan ayam dan telur. Menurut Tito, laporan Kementan menunjukkan produksi serta stok jagung pakan terhitung baik. Karena itu, pemerintah perlu memastikan apakah kendala berada pada ketersediaan pakan atau alur distribusinya.

“Relatif untuk pakan jagung itu produksinya baik, dan kemudian stoknya juga ada. Kalau memang betul ada, maka problemnya adalah masalah distribusi untuk pakan jagung,” ujar Tito.

Tito menilai ketersediaan pakan menjadi variabel vital lantaran harga dan pasokan pakan amat memengaruhi produksi ayam ras dan telur ayam ras. Untuk itu, ia meminta Kementan, Bulog, dan Bapanas meneliti penyebab kenaikan harga tersebut, utamanya di daerah dengan kenaikan IPH.

Terkini