Pendapatan Naik 15,32%, HERO Kantongi Laba Rp62,69 Miliar

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:35:31 WIB
Ikea/Ikeaindonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten pengelola jaringan ritel Guardian dan IKEA, PT DFI Retail Nusantara Tbk. (HERO) membukukan pertumbuhan pendapatan pada semester I/2026, tetapi kenaikan tersebut belum mampu mendongkrak laba bersih perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan bersih HERO naik 15,32% menjadi Rp2,71 triliun pada semester I/2026 dari Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, laba tahun berjalan justru tergerus 16,60% menjadi Rp62,69 miliar dari Rp75,17 miliar.

Head of Corporate Communications and Affairs HERO Diky Risbianto menerangkan penurunan laba pada semester I/2026 tidak semata-mata mencerminkan pergeseran kinerja operasional. Ia menyebutkan depresiasi laba dipengaruhi oleh dinamika biaya operasional, biaya keuangan, serta adanya pendapatan atau keuntungan non-recurring pada periode sebelumnya.

“Dari sisi operasional, kami melihat perkembangan yang tetap positif, terutama pada bisnis Guardian,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (18/8/2026).

Memasuki semester II/2026, HERO bakal mengandalkan pertumbuhan penjualan sekaligus memperbaiki kualitas profitabilitas. Guardian menjadi salah satu pilar utama melalui ekspansi jaringan, penguatan kategori health, beauty and wellness, peningkatan engagement pelanggan, serta pengembangan omnichannel.

Hingga semester I/2026, total gerai DFI Nusantara telah menyentuh lebih dari 377 gerai, dengan Guardian menyumbang lebih dari 370 gerai. Selain memperluas gerai, Guardian juga menambah variasi kategori dan layanan yang menyasar kebutuhan konsumen secara lebih spesifik. 

Salah satunya lewat pengenalan MTick®, simbol dan sertifikasi internasional untuk membantu konsumen mengenali produk yang ramah bagi perempuan dalam masa menopause. MTick® telah tersedia di lebih dari 50 gerai Guardian di Indonesia, di mana produk bersertifikasi tersebut ditempatkan pada area khusus di sejumlah toko.

Head of Marketing Guardian Indonesia Malvin Tarigan menyampaikan inisiatif tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan akses informasi dan membantu pelanggan mengenali produk yang sesuai dengan kebutuhan pada fase menopause.

Di sisi bisnis, strategi Guardian tetap berpatokan pada perluasan akses pelanggan, penguatan kategori kesehatan, kecantikan dan wellness, serta peningkatan keterikatan pelanggan. Ekspansi akan dijalankan secara selektif dengan mempertimbangkan potensi lokasi dan kebutuhan pasar.

Sementara itu, IKEA Indonesia diarahkan untuk mendongkrak produktivitas toko, memperkuat pengalaman pelanggan, memperluas produksi dalam negeri, meningkatkan akses digital, serta menekan biaya operasional.

Meski belum mematok target numerik untuk pendapatan dan laba sepanjang 2026, DFI Nusantara tetap optimistis terhadap prospek bisnis hingga akhir tahun. Perseroan menilai peluang pertumbuhan masih terbuka, ditopang kinerja Guardian yang relatif kuat dan berbagai inisiatif perbaikan profitabilitas IKEA. Namun, ia menegaskan ekspansi bakal tetap selektif dengan mengutamakan disiplin biaya dan peningkatan produktivitas.

"Fokus kami adalah menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus memastikan pertumbuhan tersebut dapat dikonversi menjadi profitabilitas yang berkelanjutan melalui disiplin biaya dan peningkatan produktivitas operasional," terangnya.

Terkini