Keamanan Mobil Modern Jadi Sorotan, CAN Bus hingga Serangan Relay Jadi Celah Utama

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:18:00 WIB

PORTALENERGI.ID — Hasil Pwn2Own Automotive 2026 di Tokyo pada Januari lalu menjadi alarm keras bagi industri otomotif global. Para peneliti keamanan mengantongi hadiah total 1.047.000 dolar AS (sekitar Rp 16,7 miliar) setelah berhasil membobol puluhan kerentanan pada kendaraan produksi massal. Salah satu temuan paling mencengangkan adalah exploit yang memungkinkan akses root ke sistem infotainment Tesla hanya dengan mencolokkan flash disk USB ke port mobil.

Bukan cuma soal data pribadi, risiko serangan siber pada kendaraan menyentuh aspek keselamatan jiwa. Berbeda dengan server yang jika dibobol hanya kehilangan data, mobil yang diretas bisa kehilangan kendali atas rem, kemudi, dan pedal gas saat melaju di jalan tol.

Akar Masalah: Protokol CAN Bus yang Lahir Tanpa Autentikasi

Jantung elektronik hampir semua mobil adalah CAN bus (Controller Area Network), protokol yang diperkenalkan Bosch pada 1986. Fungsinya menghubungkan modul kendali mesin, rem, dasbor, hingga airbag agar bisa saling bertukar data. Sayangnya, protokol ini dirancang pada era tanpa internet sehingga tidak memiliki autentikasi sama sekali.

Konsekuensinya fatal: semua pesan di CAN bus berjalan secara broadcast tanpa verifikasi identitas pengirim. Begitu penyerang berhasil menyusup ke jaringan, ia bisa mengirim paket data yang berpura-pura berasal dari modul rem atau mesin, dan modul lain akan menuruti perintah tersebut. Masalah ini bukan bug yang bisa diperbaiki lewat pembaruan perangkat lunak, melainkan cacat struktural bawaan protokol.

Titik masuk paling mudah bagi penyerang adalah soket OBD-II, konektor diagnostik wajib pada semua mobil bensin sejak 2001. Soket yang awalnya dibuat untuk mekanik ini menawarkan akses langsung ke jaringan internal kendaraan. Di atas CAN bus juga berjalan layanan UDS (Unified Diagnostic Services) yang memungkinkan penulisan ulang firmware modul kendali, menjadikannya sasaran empuk para peretas.

Momen 2015 yang Membangunkan Industri Otomotif

Riset Charlie Miller dan Chris Valasek pada musim panas 2015 menjadi titik balik kesadaran industri. Keduanya mendemonstrasikan di Black Hat dan DEF CON bagaimana sebuah Jeep yang melaju bisa dikendalikan dari jarak jauh. Demonstrasi itu membuktikan bahwa mobil produksi massal tidak kebal dari serangan siber, dan sejak saat itu disiplin keamanan kendaraan berkembang pesat.

Relay Attack: Modus Pencurian Mobil Keyless yang Senyap

Di dunia nyata, modus yang paling sering dipakai pencuri adalah relay attack pada sistem keyless entry. Serangan ini bekerja dengan cara menangkap sinyal dari kunci mobil di dalam rumah pemilik, lalu meneruskannya ke mobil yang diparkir di luar. Alat yang dibutuhkan hanya dua perangkat relay sederhana, dan mobil terbuka tanpa bekas kerusakan fisik sama sekali. Ini menjelaskan mengapa banyak mobil keyless hilang dari parkiran rumah tanpa jejak.

Belajar Keamanan Kendaraan Secara Legal dan Terstruktur

Bagi yang ingin mendalami bidang ini, daftar awesome-vehicle-security yang dikurasi Jared Wolff selama sembilan tahun menjadi titik awal yang solid. Repositori GitHub dengan 4.484 bintang ini mengumpulkan tools, riset, dan kursus keamanan kendaraan secara lengkap. Mulai dari perangkat keras untuk membaca CAN bus, tools analisis firmware, hingga panduan praktik di lingkungan yang legal.

Mobil modern kini memasang antara 100 hingga 150 mikrokontroler dengan puluhan juta baris kode, lebih banyak dari pesawat penumpang komersial. Setiap fungsi terhubung—navigator, asisten suara, hingga pembukaan tanpa kunci—memperluas permukaan serangan yang bisa dieksploitasi. Memahami cara kerja sistem ini bukan lagi keahlian khusus, melainkan kebutuhan dasar di era kendaraan yang semakin cerdas dan terhubung.

Terkini