AC Milan Susah Payah Tekuk Torino, Ruben Amorim Soroti Fisik Tim

Senin, 24 Agustus 2026 | 04:07:18 WIB
Ruben Amorim [FOTO: NET].

JAKARTA - AC Milan mengawali kiprah di Liga Italia 2026-2027 dengan mengamankan hasil positif 2-1 atas Torino di Stadion Olimpiade Turin, Minggu (23/8/2026). Kendall mengantongi tiga poin, pelatih Ruben Amorim menilai skuadnya masih dibayangi sejumlah evaluasi, utamanya menyangkut stamina pemain.

Amorim bahkan menyebut Rossoneri memperlihatkan dua performa kontras dalam duel tersebut.

Skuadnya tampil menguasai laga hingga kisaran menit ke-75, sebelum akhirnya kerepotan mengatasi gempuran Torino di kurun waktu pemungkas.

Pergantian Rabiot Ubah Jalannya Pertandingan

Paruh pertama laga berujung tanpa gol. Keadaan mulai berbalik usai Amorim melakukan perombakan komposisi di awal babak kedua lewat masuknya Adrien Rabiot pada menit ke-57.

Gelandang asal Prancis itu seketika menghadirkan dampak signifikan. Pada menit ke-64, Rabiot melepaskan umpan matang untuk gol pembuka Alphadjo Cisse. Tiga menit setelahnya, ia mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membawa Milan memimpin 2-0.

Torino tak tinggal diam. Tim tuan rumah terus melancarkan tekanan hingga akhirnya Che Adams menipiskan jarak lewat gol pada menit ke-90+3. Kendati begitu, gol balasan tersebut tercipta tepat sebelum laga usai sehingga Torino kehabisan waktu untuk memaksakan hasil imbang.

Rabiot keluar sebagai pahlawan laga berkat torehan satu gol serta satu assist. Meski demikian, Amorim mengungkapkan kondisi sang gelandang belum menyentuh puncak performa lantaran baru kembali bergabung pascalibur tambahan usai berlaga di Piala Dunia 2026.

Ruben Amorim Sebut Milan Belum Sempurna

Usai laga, Amorim menjelaskan Milan masih membutuhkan proses untuk benar-benar menyatu dengan skema taktik yang diusung.

"Ada banyak hal yang harus kami perbaiki," ujar Ruben Amorim.

Ia menggarisbawahi perubahan drastis gaya main Milan saat memasuki 15 menit penutup.

"Kami melihat dua AC Milan, tim pertama adalah yang bermain sampai menit ke-75 dan tim kedua setelahnya."

Menurut Amorim, tempo permainan tinggi memicu timnya kesulitan mempertahankan ritme hingga peluit panjang berbunyi.

"Kami kepayahan dalam hal fisik. Untuk bermain seperti itu dan menekan begitu tinggi, kami sebetulnya membutuhkan lebih banyak pertandingan pramusim."

Ia juga menyentil masa persiapan Rabiot.

"Kami memiliki banyak pemain, salah satunya Rabiot, yang praktis masih berada di masa pramusim sekarang."

"Kami membutuhkan waktu untuk membuat tim terbiasa bermain dengan cara-cara yang berbeda."

Fokus Perbaiki Permainan Milan

Amorim mengaku tetap mengapresiasi kebersamaan dalam timnya walau terus dibombardir tekanan pada kurun waktu akhir pertandingan.

"Kami kerepotan di menit-menit terakhir karena ada kekurangan dalam hal fisik sekarang."

"Tetapi, walaupun kami banyak tertekan di akhir pertandingan, saya melihat sebuah tim. Kendati kelelahan, kami adalah sebuah tim."

Kemenangan tetap menjadi poin paling utama bagi Amorim dalam mengarungi laga pembuka musim.

"Apa yang membuat saya paling bahagia? Hal terpenting selalu adalah menang."

"Kami berbicara tentang cara bermain, tetapi dalam sepak bola hanya ada satu tujuan yaitu menang."

Walau puas atas raihan hasil akhir, Amorim menegaskan Milan bakal segera kembali berlatih demi membenahi kekurangan saat menyerang maupun bertahan.

"Tentu saja hal itu tidak cukup buat saya, tidak cukup juga buat Milan. Tetapi, hari ini tim memperlihatkan sesuatu yang telah kami kerjakan selama latihan dan uji coba."

"Sekarang kami melakukannya di tengah tekanan pertandngan kompetitif dan hal itu sangat positif."

"Mulai besok, kami akan bekerja lagi, memperbaiki semuanya. Bagaimana kami bermain di dekat kotak penalti lawan dan bagaimana kami bertahan di kotak penalti sendiri," pungkas Amorim.

Terkini