Indodax Tekankan Keseimbangan Regulasi dan Inovasi Industri Kripto

Senin, 24 Agustus 2026 | 04:31:32 WIB
CEO Indodax, William Sutanto.

JAKARTA - Indodax, perusahaan perdagangan aset kripto (crypto exchange), menegaskan krusialnya memelihara keseimbangan antara aturan hukum dan inovasi pada industri kripto tanah air yang kini sedang tumbuh pesat.

CEO Indodax, William Sutanto mengungkapkan bahwa industri aset digital nasional saat ini memasuki babak baru seiring makin banyaknya lembaga keuangan konvensional yang mulai terhubung dengan aset digital serta teknologi blockchain.

Dinamika ini, sambung dia dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menjadi kesempatan emas sekaligus tantangan untuk mendekatkan kripto ke sistem keuangan arus utama tanpa mengikis kecepatan inovasi maupun prinsip transparansi.

"Penting untuk menjaga keseimbangan agar regulasi tetap memberikan perlindungan, sekaligus memberi ruang bagi pengembangan produk dan layanan baru secara terarah,” ujarnya.

Ia menilai instrumen finansial tradisional saat ini makin memungkinkan untuk dihadirkan secara on-chain, membuka peluang bagi pemodal kripto maupun lembaga perbankan saat ini untuk saling berinteraksi dan bertransaksi pada ekosistem serupa.

“Ketika aset tradisional mulai masuk ke blockchain, batas antara traditional finance dan kripto menjadi semakin tipis. Ini membuka peluang yang besar, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, regulasi, dan infrastruktur yang mampu menghubungkan kedua ekosistem tersebut,” ujar William pada acara Coinfest Asia 2026 di Bali.

Disampaikannya pula bahwa pergeseran tersebut terlihat dari profil investor yang kian dewasa. Jika dahulu kripto kerap diidentikkan dengan aksi spekulasi dan pergerakan pasar jangka pendek, kini makin banyak investor berpemahaman matang serta institusi yang menjadikannya bagian dari portofolio investasi lebih luas.

Di tengah melonjaknya keterlibatan institusi, imbuhnya, kepastian regulasi tetap menjadi fondasi utama demi keamanan konsumen dan kepercayaan pasar.

Ia juga mencermati bahwa laju pertumbuhan industri kripto bergerak jauh lebih kencang ketimbang sistem keuangan tradisional.

“Kripto dan blockchain pada dasarnya merupakan playground yang besar bagi inovasi di sektor finansial. Ruang inilah yang menjadi salah satu alasan industri ini bisa berkembang begitu cepat. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan agar regulasi tetap memberikan perlindungan, sekaligus memberi ruang bagi pengembangan produk dan layanan baru secara terarah,” katanya.

Keseimbangan tersebut turut memegang peranan vital bagi daya saing pelaku industri lokal. Menurutnya, platform dalam negeri mesti memiliki keleluasaan merancang produk relevan, utamanya saat bersaing dengan platform offshore yang berfleksibilitas lebih tinggi dalam menghadirkan terobosan baru.

Di samping masalah regulasi, dirinya menambahkan bahwa likuiditas selalu menjadi pijakan utama pertumbuhan pasar domestik.

Menurutnya, tugas utama pelaku industri yakni mempermudah alur alih antara mata uang fiat dan aset kripto, sekaligus mendirikan infrastruktur serta pengalaman pengguna yang mampu menjangkau khalayak lebih luas.

Penggunaan stablecoin juga diprediksi memegang peranan kian besar sebagai jembatan penghubung antara sistem keuangan konvensional dan ekonomi on-chain, terutama lantaran menawarkan mekanisme yang lebih familiar bagi publik untuk masuk ke ekosistem digital.

“Yang paling penting ke depan adalah bagaimana kami membangun likuiditas, user experience (UX), dan infrastruktur yang semakin baik. Dengan teknologi yang terus berkembang, sekarang tantangannya adalah membuat ekosistem kripto semakin mudah diakses dan relevan bagi lebih banyak orang,” tambahnya.

William turut menegaskan bahwa esensi dasar blockchain selalu berkaitan dengan sovereignty atau wewenang individu dalam memegang kendali penuh atas aset yang dimiliki.

"Oleh karena itu, edukasi menjadi penting agar semakin banyak masyarakat dapat memahami bukan hanya potensi investasi, tetapi juga cara kerja dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi tersebut secara bijak," katanya.

Terkini