Cara Alami Turunkan Tekanan Darah Tinggi Akibat Tekanan Stres

Senin, 24 Agustus 2026 | 04:36:31 WIB
Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah.

JAKARTA - Kondisi stres tak hanya memengaruhi kesehatan psikologis, melainkan juga berpotensi mengganggu kondisi fisik, salah satunya memicu lonjakan tekanan darah.

Ketika mengalami tekanan, tubuh bakal mengaktifkan mekanisme alami berupa respons fight or flight saat menghadapi situasi yang dianggap membahayakan.

Reaksi ini mendorong tubuh untuk siap bersiap diri menghindar atau menghadapi ancaman melalui peningkatan denyut jantung serta tekanan darah.

Melansir informasi dari Parade, ahli jantung sekaligus Direktur Senior Urusan Medis untuk Structural Heart Division di Abbott, dr. Nadim Geloo, menegaskan bahwa beban pikiran sanggup memicu mekanisme tersebut.

“Ketika Anda mengalami stres, otak segera memicu respons bertahan hidup ‘melawan atau lari’, membanjiri tubuh dengan hormon seperti adrenalin dan kortisol yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, bahkan pada orang dengan jantung yang benar-benar sehat,” ucap dr. Geloo.

Guna mengatasi persoalan tersebut, terdapat 3 langkah sederhana yang dapat dipraktikkan demi menstabilkan tekanan darah saat tekanan mental menghampiri:

Pertama, menjalankan latihan pernapasan secara rutin saban hari. Empat dokter spesialis jantung sepakat bahwasanya teknik olah napas menjadi salah satu opsi terbaik dalam meredakan ketegangan mental dan menurunkan tensi darah.

Penjelasan dari ahli jantung intervensi sekaligus Direktur Medis Structural Heart Program di MemorialCare Saddleback Medical Center, dr. Cheng-Han Chen, olah napas berkaitan erat dengan stimulasi saraf vagus penghubung otak dan organ vital.

“Melakukan latihan pernapasan akan merangsang saraf vagus dan menurunkan produksi hormon stres seperti adrenalin, yang kemudian akan menurunkan tekanan darah dalam tubuh,” kata dr. Chen.

Metode yang bisa dicoba yakni box breathing, yaitu menarik napas 4 hitungan, menahan 4 hitungan, mengembuskan 4 hitungan, serta menahannya kembali selama 4 hitungan.

Kedua, aktif bergerak dan berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik seperti jalan cepat membantu menjaga kebugaran jantung sekaligus memicu pelepasan hormon kebahagiaan.

“Olahraga membantu melepaskan endorfin, yang dapat meningkatkan suasana hati,” kata dr. Chen.

Olahraga yoga pun terbilang ideal lantaran memadukan teknik napas, gerak tubuh, dan meditasi yang efektif menurunkan tekanan darah.

Ketiga, meluangkan waktu bersosialisasi dengan kerabat. Menjalin hubungan hangat bersama keluarga maupun teman mampu meringankan beban pikiran harian.

“Hubungan dan komunikasi antarmanusia memicu banyak jalur yang meningkatkan kemampuan mengatasi stres,” ungkap dr. Geloo.

Mengendalikan stres bukan berarti menghapus seluruh beban hidup, melainkan membentuk kebiasaan sehat agar tubuh tetap tenang.

Apabila tekanan darah terus menunjukkkan angka tinggi, pemeriksaan medis secara langsung tetap dianjurkan untuk memperoleh penanganan tepat.

Terkini