Ekspansi Hotel SWID Targetkan Pendapatan Berulang Melonjak 50 Persen

Rabu, 26 Agustus 2026 | 01:03:31 WIB
Ilustrasi ingin cek in hotel.

JAKARTA — PT Saraswanti Indoland Development Tbk. (SWID) meyakini mampu memperoleh tambahan pendapatan berulang (recurring income) hingga 50 persen setelah merealisasikan ekspansi lewat pengoperasian hotel The Royal Alana Yogyakarta serta pengembangan ballroom INNSiDE by Melia.

Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk. (SWID), Bogat Agus Riyono mengatakan saat ini The Alana Yogyakarta memiliki fasilitas MICE dengan kapasitas hingga 3.000 pax, sementara jumlah kamar yang tersedia sebanyak 264 kamar.

"Kami memperkirakan revenue gabungan The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana dapat meningkat hingga 50% dari revenue existing, sehingga menjadi salah satu sumber recurring income yang penting bagi Perseroan dan menjadi modal bagi SWID untuk terus tumbuh secara berkelanjutan," tulis Bogat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/8/2026).

Dia menjelaskan bahwa kehadiran The Royal Alana juga memungkinkan perseroan mengoptimalkan sinergi antara bisnis MICE dan akomodasi yang selama ini sebagian kebutuhan kamarnya masih diserap oleh hotel di sekitar.

Bogat juga menambahkan bahwa ballroom baru INNSiDE by Meliá akan memperluas kapasitas MICE dan memungkinkan hotel menangkap lebih banyak kebutuhan event berskala besar.

Dia berharap melalui peningkatan aktivitas MICE dapat mendorong okupansi, average rate, dan revenue hotel, sekaligus memperkuat recurring income dan nilai portofolio hospitality SWID.

Mengutip laporan keuangan SWID per 30 Juni 2026, perseroan membukukan total pendapatan Rp60,81 miliar atau mengalami penurunan 21,9 persen secara tahunan dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp77,95 miliar.

Penurunan omzet tersebut utamanya bersumber dari pelemahan kinerja penjualan segmen apartemen dan vila yang tergerus dari Rp34,75 miliar pada semester I/2025 menjadi Rp10,88 miliar pada tahun ini. Proyek unggulan pada lini ini meliputi The Yudhistira dan Arjuna.

Sebaliknya, lini bisnis jasa perhotelan milik SWID justru mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 15,5 persen, yakni bergerak naik dari Rp43,19 miliar pada semester I/2025 menjadi Rp49,92 miliar pada semester I/2026.

Pada saat bersamaan, beban pokok pendapatan perseroan berhasil ditekan menjadi Rp22,55 miliar dari tahun sebelumnya yang berada di level Rp31,88 miliar, dengan The Alana Hotel - Yogyakarta menjadi penyumbang beban terbesar senilai Rp13,9 miliar.

Setelah dikurangi beban operasional serta kewajiban pajak, laba kotor sebesar Rp38,24 miliar tersebut menghasilkan laba tahun berjalan SWID sebesar Rp6,64 miliar.

Walau demikian, raihan laba bersih ini mengalami penurunan sebesar 64,4 persen apabila dibandingkan dengan capaian semester I/2025 yang sempat menembus angka Rp18,71 miliar.

Terkini