Konsumsi LPG 3 Kg Diprediksi Tembus 8,6 Juta Ton di 2026, Kuota APBN Jebol

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:59:00 WIB

PORTALENERGI.ID — Kebutuhan gas melon di dalam negeri terus meningkat. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut proyeksi konsumsi LPG 3 kg tahun ini mencapai 8,6 juta ton—angka yang lebih tinggi dari kuota yang ditetapkan pemerintah.

"Untuk tahun 2026 ini memang prognosanya itu sebesar 8,6 juta ton," ujar Laode dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Badung, Bali, Rabu (26/8/2026).

Realisasi Penyaluran Hingga Juli Capai 5,05 Juta Ton

Data Kementerian ESDM mencatat realisasi penyaluran LPG 3 kg sampai dengan Juli 2026 sudah mencapai 5,05 juta ton. Jika tren ini berlanjut, pemerintah memperkirakan total penyaluran hingga akhir tahun bakal menyentuh 8,677 juta ton atau setara 108,46 persen dari kuota APBN.

Tingginya konsumsi ini bukan tanpa sebab. Laode menjelaskan bahwa pola distribusi yang masih terbuka menjadi salah satu pemicu utama. Dalam sistem saat ini, siapa pun bisa membeli LPG 3 kg tanpa verifikasi ketat, sehingga rawan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak.

Proyeksi 2027: Kebutuhan Kian Besar

Lonjakan permintaan diperkirakan belum akan mereda tahun depan. Dalam Rancangan APBN 2027, pemerintah sudah menyiapkan kuota volume LPG 3 kg sebesar 8,9 juta ton—lebih tinggi dari pagu tahun ini.

"Untuk tahun 2027 tadi juga sudah disampaikan bahwa proyeksi bisa mencapai lebih dari tahun 2026 ini," kata Laode.

Meningkatnya konsumsi dari tahun ke tahun menunjukkan ketergantungan masyarakat terhadap elpiji bersubsidi masih sangat tinggi. Pemerintah pun dihadapkan pada dilema: menjaga daya beli masyarakat kecil dengan subsidi, atau menahan beban fiskal yang kian berat.

Jika realisasi akhir tahun benar-benar mencapai 8,6 juta ton, pemerintah harus mencari tambahan anggaran untuk menutup selisih kuota. Ini menjadi pekerjaan rumah yang tak mudah di tengah tekanan fiskal yang ada.

Terkini