Venus "Hilang" di Balik Bulan, Warren Tolak Draft Crypto

Rabu, 16 September 2026 | 05:49:00 WIB

PORTALENERGI.ID — Dua peristiwa berbeda ramai dibicarakan di media sosial dalam waktu berdekatan. Venus sempat menghilang dari pandangan saat tertutup Bulan pada Senin (14/9) malam, sementara Senator AS Elizabeth Warren mendorong penolakan draft terbaru CLARITY Act.

Okultasi Venus teramati dari rooftop Gedung Kuliah Umum 2 Institut Teknologi Sumatera oleh Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL). Pengamatan berlangsung bersama jejaring observatorium di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Observatorium Bosscha di Bandung.

Kepala Pusat OAIL Annisa Novia Indra Putri menyebut proses okultasi teramati sekitar pukul 19.56 hingga 19.57 WIB. Okultasi terjadi ketika Bulan berada tepat di depan Venus dari sudut pandang pengamat di Bumi, sehingga piringan Bulan menutupi planet tersebut dan Venus seolah menghilang untuk sementara.

Venus Tidak Benar-Benar Pergi

Venus tetap berada di posisinya. Cahayanya saja yang terhalang piringan Bulan jika dilihat dari lokasi tertentu di Bumi. InfoAstronomy.org lewat akun @infoAstronomy mengingatkan bahwa pengamat di wilayah yang dilalui okultasi bisa menyaksikan momen ini selepas Matahari terbenam di langit barat, asalkan cuaca cerah.

Fenomena ini memberi kesempatan mengamati perubahan posisi relatif benda langit. Bagi pengamat di Indonesia, momen langka seperti ini biasanya jadi bahan unggahan netizen karena terekam kamera ponsel maupun teleskop.

Warren dan Draft CLARITY Act

Dari Amerika Serikat, Senator Demokrat Elizabeth Warren mendorong rekan-rekannya menolak draft terbaru CLARITY Act. Menurut laporan yang beredar, Warren menilai ketentuan etika dalam draft tersebut belum cukup kuat mencegah potensi konflik kepentingan pejabat.

Unggahan soal sikap Warren viral karena ia dianggap berupaya menggagalkan RUU yang dirancang memperjelas aturan pasar aset digital di AS. Pihak Republik menyebut sudah memasukkan lebih dari 100 perubahan, termasuk ketentuan soal divestasi aset dan blind trust. Negosiasi masih berjalan dan Demokrat diperkirakan menyiapkan proposal tandingan.

Mengapa 60 Suara Jadi Penentu

Tahapan prosedural atau cloture membutuhkan 60 suara untuk bisa dilalui. Artinya, dukungan lintas partai tetap diperlukan agar pembahasan RUU bergerak lebih jauh. Di sinilah posisi Warren berpengaruh: tanpa cukup suara dari kubu Demokrat, langkah CLARITY Act ke tahap berikutnya bisa tersendat.

Pasar crypto di AS kini menunggu apakah perbedaan sikap politik soal RUU ini bisa diselesaikan. Belum ada kepastian soal hasil akhirnya karena negosiasi masih berlangsung di Senat.

Dua Topik, Satu Malam

Okultasi Venus dan perkembangan CLARITY Act tidak punya hubungan satu sama lain. Keduanya disandingkan semata karena ramai dibicarakan dalam waktu berdekatan. Di Indonesia, perhatian tertuju ke langit malam. Di AS, perhatian pasar aset digital tertuju ke lantai Senat.

Terkini