Kemlu Imbau WNI di Arab Saudi Waspada Usai Drone Houthi Dicegat di Makkah

Rabu, 16 September 2026 | 14:48:00 WIB

PORTALENERGI.ID — Kementerian Luar Negeri RI meminta seluruh WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan drone yang diduga diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman. Otoritas Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya untuk Makkah, Jeddah, dan Taif sebelum menyatakan situasi kembali aman pada Selasa (15/9).

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan keamanan di Arab Saudi bersama perwakilan RI setempat. Imbauan ini muncul setelah otoritas Saudi beberapa kali mengeluarkan peringatan potensi bahaya untuk sejumlah wilayah.

"Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi," kata Heni dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Wilayah yang Diminta Meningkatkan Kewaspadaan

Peringatan otoritas Arab Saudi mencakup tiga kota utama: Makkah, Jeddah, dan Taif. Ketiganya merupakan wilayah dengan konsentrasi WNI cukup besar, terutama jamaah umrah dan pekerja migran.

Pada Selasa (15/9), pemerintah Saudi sempat meminta masyarakat tetap berada di dalam ruangan, menghindari area terbuka dan kerumunan, serta mengikuti arahan resmi. Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian menyatakan situasi bahaya telah berakhir dan aktivitas warga diizinkan kembali normal.

Heni memastikan tidak ada laporan WNI terdampak dalam insiden tersebut. Perwakilan RI di Arab Saudi, menurutnya, berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk mengantisipasi perkembangan.

Drone Dicegat Sebelum Masuk Wilayah Udara Makkah

Juru bicara resmi Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, mengatakan pasukan pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang hendak memasuki wilayah udara Kota Makkah. Drone itu diluncurkan dari arah selatan dan dicegat pada Selasa malam pukul 18.50 waktu setempat.

"Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah," kata Al-Malki, dikutip kantor berita Saudi SPA.

Al-Malki menyebut aksi tersebut sebagai upaya kedua menargetkan Makkah. Sebelumnya, pada 27 Juli 2017, kelompok yang sama disebut meluncurkan rudal balistik ke arah kota suci tersebut.

Houthi Bantah Ancaman terhadap Kota Suci

Gerakan Ansar Allah atau Houthi membantah pihaknya menimbulkan ancaman terhadap Makkah maupun tempat-tempat suci Islam lainnya di Arab Saudi. Sumber militer Houthi, seperti dikutip kantor berita Saba yang dikelola kelompok itu, menyatakan tidak ada ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci.

"Kami dengan tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya," kata sumber militer tersebut.

Perbedaan klaim antara koalisi pimpinan Saudi dan Houthi bukan hal baru dalam konflik Yaman yang berlangsung sejak 2014. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional, sementara Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah utara.

Hotline Darurat bagi WNI

WNI di Arab Saudi yang menghadapi kondisi darurat dapat menghubungi KBRI Riyadh melalui hotline +966 569173990 atau KJRI Jeddah via hotline +966 50 360 9667.

Kemlu belum merilis pernyataan lanjutan soal kemungkinan pembaruan status keamanan bagi WNI. Perwakilan RI di Arab Saudi disebut akan terus memantau situasi dan menginformasikan perkembangan terbaru jika diperlukan.

Terkini