beras

Bulog Madiun Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026

Bulog Madiun Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026
Bulog Madiun Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, perhatian masyarakat terhadap ketersediaan bahan pangan, khususnya beras, kembali meningkat. 

Momentum hari besar keagamaan kerap diiringi lonjakan konsumsi, sehingga kesiapan stok menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan. Di wilayah Madiun dan sekitarnya, Perum Bulog Cabang Madiun memastikan bahwa kebutuhan tersebut telah diantisipasi dengan baik.

Perum Bulog Cabang Madiun, Jawa Timur, menegaskan bahwa stok beras di wilayah kerjanya berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tidak hanya selama Ramadhan dan Lebaran 2026, tetapi juga setelahnya. 

Kepastian ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga rasa aman publik sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan lancar.

Stok Beras Mencukupi hingga Setelah Lebaran

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan bahwa jumlah beras yang tersimpan di gudang Bulog Madiun saat ini mencapai 56.000 ton. Angka tersebut dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Madiun dalam periode panjang.

"Stok beras ini sangat cukup dan bisa digunakan sampai setelah Lebaran. Jadi sangat aman, bahkan hingga tahun depan jika tidak ada instruksi untuk dikeluarkan," ujar Agung Sarianto.

Puluhan ribu ton beras tersebut tersimpan di empat gudang milik Bulog Cabang Madiun serta tiga gudang sewaan. Seluruh fasilitas penyimpanan tersebut tersebar di wilayah kerja Bulog Madiun, sehingga memudahkan proses distribusi dan pengawasan stok.

Beras yang tersedia ini akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi. Distribusi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar tidak menimbulkan gejolak harga.

Penyaluran Beras SPHP dan Bantuan Pangan

Penyaluran beras oleh Bulog Madiun diperuntukkan bagi beberapa skema, di antaranya Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini dirancang untuk menjaga harga beras tetap stabil di tingkat konsumen, terutama ketika permintaan meningkat.

Selain itu, beras juga disalurkan dalam bentuk bantuan pangan sesuai dengan ketentuan program pemerintah. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap memiliki akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Dalam menjalankan penyaluran tersebut, Bulog Madiun terus menyesuaikan volume distribusi dengan permintaan pasar. Langkah ini dilakukan agar stok tetap terjaga dan distribusi berjalan efektif tanpa menimbulkan kelangkaan di satu wilayah tertentu.

Pengajuan Pengeluaran Stok ke Luar Jawa

Di samping memastikan ketersediaan beras untuk wilayah kerja sendiri, Bulog Madiun juga tengah mengajukan usulan pengeluaran stok beras ke luar Pulau Jawa. Jumlah beras yang diusulkan untuk dikeluarkan mencapai 35.000 ton.

"Usulan pengeluaran stok ini supaya ada ruang yang cukup untuk menyimpan target kami dalam pengadaan di tahun 2026 ini," kata Agung Sarianto.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari manajemen stok jangka menengah. Dengan mengeluarkan sebagian stok, Bulog Madiun dapat menyediakan ruang penyimpanan yang memadai untuk menampung hasil pengadaan beras pada tahun 2026, terutama dari petani lokal.

Penyerapan Beras Petani Lokal Tahun 2026

Selain mengelola stok yang ada, Bulog Madiun juga menjalankan peran strategis dalam menyerap hasil panen petani lokal. Pada tahun 2026, Bulog Madiun ditargetkan mampu menyerap beras petani di wilayah kerjanya hingga 77.259 ton.

Hingga awal Februari 2026, realisasi penyerapan beras petani telah mencapai 4.293 ton atau sekitar 5,56 persen dari target tahunan. Angka ini menunjukkan bahwa proses penyerapan telah berjalan sejak awal tahun dan akan terus ditingkatkan seiring masuknya musim panen.

Dalam pelaksanaannya, Bulog bekerja sama dengan petani maupun mitra penggilingan. Kerja sama ini bertujuan memastikan petani memiliki kepastian pasar dan harga yang layak untuk hasil panennya.

"Untuk penyerapan beras dan gabah, pihak Bulog melakukan kerja sama dengan petani maupun mitra. Bulog siap membeli gabah dan beras petani sesuai HPP yang ditetapkan," kata Agung.

Harga Pembelian Pemerintah Sesuai Ketentuan

Penyerapan gabah dan beras petani dilakukan sesuai dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Hal ini mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025.

Dalam aturan tersebut, HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Sementara itu, GKP di tingkat penggilingan dihargai Rp6.700 per kilogram. Ketentuan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan harga bagi petani sekaligus menjaga keseimbangan pasar.

Dengan adanya kepastian HPP, petani diharapkan lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi, sementara Bulog dapat menjaga kesinambungan pasokan beras nasional.

Stok Minyakita dan Upaya Menjaga Stabilitas Harga

Tidak hanya beras, Bulog Madiun juga memastikan ketersediaan kebutuhan pokok lainnya, terutama Minyakita, menjelang Lebaran 2026. Saat ini, stok Minyakita yang dimiliki Bulog Madiun mencapai 700.000 liter.

Dari jumlah tersebut, penyaluran Minyakita telah mencapai 112.000 liter. Distribusi dilakukan secara bertahap untuk menjaga ketersediaan dan mencegah lonjakan harga di pasaran.

Pihak Bulog bersama pemerintah daerah setempat terus melakukan langkah-langkah proaktif guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. 

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan Lebaran, ketika kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index