JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan fasilitas program penebusan ijazah untuk puluhan anak lulusan SMP serta SMK di Kota Bogor, Jawa Barat, dengan tujuan memulihkan peluang mereka dalam meneruskan jenjang sekolah ataupun mulai menapaki dunia kerja.
Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Hasim lewat keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/7/2026), memaparkan bahwa agenda penebusan ijazah ini ditujukan bagi 21 anak penerima manfaat yang dokumen kelulusannya sempat ditahan pihak sekolah lantaran terhambat masalah tunggakan administrasi.
"Melalui program ini seluruh tunggakan pendidikan telah dibayarkan, sehingga seluruh ijazah berhasil ditebus dan diserahkan kepada masing-masing penerima manfaat," kata dia.
Hasim menguraikan bahwa agenda penebusan ijazah ini menjadi salah satu komponen dari rangkaian kegiatan bakti sosial terpadu yang digagas Kemensos lewat Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong demi memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026.
Acara yang mengambil tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan' ini dilaksanakan secara menyeluruh demi menghadirkan pelayanan sosial yang menyentuh langsung keperluan mendasar kalangan masyarakat rentan di Kota Hujan tersebut.
Secara total, bakti sosial terpadu ini mampu menyentuh kurang lebih 270 orang penerima manfaat disertai jumlah akumulatif bantuan yang diserahkan menyentuh angka Rp549.019.000.
"Bakti sosial terpadu merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan," kata Hasim.
Di samping langkah penanganan di bidang pendidikan, Kemensos pun menggelontorkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi 143 penerima manfaat yang mencakup kategori anak-anak, warga rentan, korban penyalahgunaan napza, kaum disabilitas, hingga golongan lanjut usia (lansia).
Pemberian paket bantuan Atensi tersebut diselaraskan dengan keperluan personal setiap orang, yang mencakup paket pemenuhan nutrisi, sarana penunjang mobilitas seperti 28 unit kursi roda, peranti bantu pendengaran, kaki serta tangan artifisial, hingga 13 paket modal berwirausaha.
Pelaksanaan bakti sosial ini juga disemarakkan oleh penyediaan fasilitas kesehatan cuma-cuma berupa tindakan operasi katarak untuk 21 warga prasejahtera, agenda khitanan massal bagi 62 anak, dan penyuluhan edukatif seputar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi warga setempat.