Perkuat Township Ciputra Persiapkan Lahan Pengembangan Fasilitas Medis

Perkuat Township Ciputra Persiapkan Lahan Pengembangan Fasilitas Medis
CitraLake Villa milik Ciputra Group di kawasan Citra 6 CitraGarden City, Jakarta Barat, DKI Jakarta.

JAKARTA — PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) menguatkan lini bisnis kesehatan sebagai langkah strategis jangka panjang perusahaan.

Walaupun belum berencana mendirikan rumah sakit baru pada tahun ini, emiten properti tersebut sudah menyediakan beberapa lokasi pengembangan fasilitas kesehatan di area kota mandiri (township).

Direktur Ciputra Group Nararya Ciputra Sastrawinata menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan beberapa lokasi potensial untuk pengembangan fasilitas medis.

"Untuk pembangunan RS baru mungkin belum tahun ini. Tapi memang ada beberapa lokasi yang kami siapkan termasuk untuk penambahan fasilitas. Beberapa berada di kawasan-kawasan yang kami kembangkan dan terkoneksi dengan perumahan-perumahan Ciputra," ujarnya.

Di samping rumah sakit, CTRA membuka peluang mendirikan jaringan klinik spesialis mandiri di luar area rumah sakit.

"Ekspansi bukan hanya rumah sakit yang besar, tetapi juga klinik-klinik spesialis yang tidak harus berada di dalam rumah sakit," imbuhnya.

Strategi perluasan tersebut sejalan dengan performa lini kesehatan CTRA yang menunjukkan pertumbuhan positif.

Merujuk data paparan publik, pendapatan dari sektor kesehatan pada kuartal I/2026 menembus Rp208 miliar, atau naik 25 persen secara tahunan dibandingkan Rp167 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan pendapatan ini didorong oleh peningkatan layanan rawat inap sebesar 33 persen YoY, serta kenaikan pendapatan rawat jalan sebesar 14 persen YoY.

CTRA menargetkan penambahan kapasitas rumah sakit secara bertahap, dengan memproyeksikan jumlah tempat tidur operasional naik dari 367 unit pada 2023 menjadi 666 unit pada 2029 (tumbuh sekitar 10 persen CAGR).

Perseroan memperkirakan ada penambahan sekitar 299 tempat tidur operasional atau naik 81 persen hingga 2029, baik lewat unit baru maupun perluasan unit yang ada.

Nararya menekankan bahwa bisnis kesehatan tidak sekadar difokuskan sebagai pendorong pendapatan, melainkan bagian krusial dalam menciptakan kawasan kota mandiri yang utuh.

"Kami melihat healthcare bukan hanya dari sisi revenue. Karena kami mengembangkan township, salah satu fasilitas yang sangat penting adalah layanan kesehatan. Itu menjadi bagian yang membuat suatu kawasan menjadi lebih livable," ujarnya.

Saat ini CTRA telah mengoperasikan empat rumah sakit terpadu di kawasan township, yakni Ciputra Hospital Tangerang, Ciputra Hospital Jakarta, Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin, serta Ciputra Hospital Surabaya.

Total kapasitas gabungan keempat rumah sakit tersebut mencapai 781 tempat tidur, dengan 476 tempat tidur yang telah aktif beroperasi.

Grup Ciputra juga meluncurkan Ciputra Cancer Center melalui kolaborasi bersama Singapore Medical Group (SMG) dan Curie Oncology di Ciputra Hospital CitraGarden City, Jakarta Barat.

Fasilitas ini menjadi unit Ciputra Cancer Center kedua setelah unit pertama di Ciputra Hospital Surabaya beroperasi sejak pertengahan 2025.

Nararya berharap pusat layanan baru ini membuat pasien tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, apalagi lokasinya strategis dekat Bandara Soekarno-Hatta.

Layanan ini mengadopsi standar perawatan kanker multidisiplin Singapura dengan memadukan tim dokter ahli Ciputra Hospital dan tenaga medis Singapura.

CEO Singapore Medical Group Beng Teck Liang menyatakan kerja sama ini bertujuan memudahkan pasien Jakarta mendapat terapi kanker yang presisi.

Sementara itu, Founder & Senior Medical Oncologist John Chia menilai kecermatan terapi menjadi kunci kesembuhan, di mana kolaborasi tim ahli akan memastikan perawatan diberikan secara spesifik dan personal.

Menurut Nararya, prospek industri medis nasional sangat menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

"Saat ini pemerataan layanan kesehatan belum merata dan jumlah dokter dibandingkan populasi juga masih belum seimbang dibandingkan negara-negara lain. Artinya peluang pertumbuhannya masih sangat besar," katanya.

Ia tidak memungkiri tantangan utama CTRA adalah membentuk persepsi publik bahwa Ciputra juga penyedia layanan kesehatan tepercaya, bukan hanya pengembang properti.

"Tantangannya memang masyarakat mengenal Ciputra sebagai perusahaan properti, bukan healthcare group. Tapi kami percaya dengan konsistensi, menjaga kualitas pelayanan, dan fokus kepada pelanggan, masyarakat akan melihat bahwa kami serius mengembangkan bisnis kesehatan ini," terangnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index