JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi potensi cuaca di mayoritas kawasan Indonesia bakal disiram hujan berintensitas ringan pada Rabu (22/7/2026).
Prakirawan BMKG Medayu melalui kanal YouTube yang diikuti dari Jakarta menjelaskan, diawali dari area Sumatera, Kota Banda Aceh diprediksi cerah berawan, sementara hujan ringan berpeluang membasahi Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bengkulu, Palembang, serta Bandar Lampung.
Selanjutnya untuk kawasan Pulau Jawa, cuaca wilayah Kota Semarang diproyeksikan cerah berawan, lalu Surabaya berawan. Di sisi lain, kondisi cuaca berawan tebal berpotensi memayungi Kota Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.
- Baca Juga Regulasi Kuat Tanpa Etika Takkan Optimal
"Hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur Kota Serang," ucap Medayu.
Berikutnya di regional Kalimantan, cuaca pada Kota Banjarmasin diprakirakan berawan, sedangkan Pontianak, Palangkaraya, serta Samarinda bakal diguyur hujan berintensitas ringan.
"Waspada hujan yang dapat disertai petir di Kota Tanjung Selor," tuturnya.
Beralih menuju wilayah Bali dan Nusa Tenggara, kondisi cuaca di Kupang diprediksi berawan, sementara Denpasar serta Mataram diselimuti awan tebal.
Untuk area Sulawesi, sambung dia, Kota Makassar bersama Kendari diperkirakan berawan, adapun hujan ringan berpeluang mengguyur Kota Mamuju, Palu, Gorontalo, hingga Manado.
Menuju kawasan Maluku serta Maluku Utara, paparnya, Ternate diprakirakan berawan tebal, sedangkan Ambon bakal diterpa hujan berintensitas ringan.
Bergeser menuju wilayah Papua, kondisi udara kabur diprediksi melanda Merauke, sementara Jayapura dan Jayawijaya diproyeksikan berawan.
"Kota Sorong, Manokwari, dan Nabire diprakirakan berawan tebal," tutur Medayu.
BMKG turut melayangkan peringatan mengenai keberadaan bibit siklon tropis 92 W pada area perairan barat Bengkulu menuju Sumatera Barat, dari Riau sampai Selat Malaka, dari pesisir barat Lampung hingga Sumatera Selatan, serta di Samudra Hindia selatan Jawa Timur menuju Jawa Barat.
Lalu, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur, dari Kalimantan Tengah sisi selatan sampai Kalimantan Barat, dari Laut Maluku ke pesisir utara Sulawesi Utara, serta dari Teluk Tomini menuju pesisir utara Gorontalo yang sanggup memicu peningkatan pembentukan awan hujan.