JAKARTA - Komisaris PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Alexander Ramlie kembali tercatat memborong saham perseroan. Dalam aksi korporasi terbarunya, ia melakukan akumulasi sebanyak 1,4 juta saham AMMN dengan nilai sekitar Rp5,88 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi tersebut dieksekusi pada tanggal 20 Juli 2026. Alexander membeli saham emiten tersebut melalui sembilan tahap transaksi, yang diawali dengan pembelian 6.900 saham pada harga Rp3.890 per saham.
Dilanjutkan dengan pembelian 16.400 saham seharga Rp3.900, 47.500 saham di level Rp3.910, 139.300 saham pada harga Rp3.920, 321.700 saham di posisi Rp3.930, 26.900 saham seharga Rp3.940, 218.800 saham pada harga Rp3.950, 412.500 saham di level Rp4.020, serta 288.500 saham pada harga Rp4.030 per saham.
Dengan serangkaian transaksi tersebut, total dana yang dikucurkan oleh Ramlie mencapai kisaran Rp5,88 miliar demi mengumpulkan sebanyak 1.478.500 saham AMMN.
“Tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk investasi pribadi dengan status kepemilikan langsung,” tulis Alexander dalam surat yang ditandatangani pada Rabu (22/7/2026).
Menyusul rampungnya transaksi itu, porsi kepemilikan saham Alexander mengalami peningkatan menjadi 190,39 juta saham atau setara dengan rasio 0,26% dari keseluruhan jumlah saham yang beredar, dari posisi sebelumnya yang tercatat sebanyak 188,91 juta saham atau sekitar 0,26%.
Sebelumnya, Alexander juga sempat memborong saham AMMN pada tanggal 17 Juli 2026. Kala itu, ia mengakumulasi 3,13 juta saham melalui empat tahapan, yakni membeli 1,38 juta saham seharga Rp3.900 per saham, 269.000 saham pada harga Rp3.920, 1,28 juta saham di level Rp3.930, serta 203.800 saham pada harga Rp3.890 per saham.
Akumulasi dana yang dihabiskan dalam aksi tersebut menyentuh angka sekitar Rp12,28 miliar. Rangkaian transaksi itu turut mendongkrak kepemilikan Alexander menjadi 188,91 juta saham atau merepresentasikan 0,26% dari total saham beredar, naik dari posisi sebelumnya yang sejumlah 185,77 juta saham atau setara 0,25%.
Di lantai bursa, pergerakan saham AMMN terpantau mengalami pelemahan sebesar 3,03% atau terkikis 130 poin ke level Rp4.160 per saham pada sesi perdagangan Rabu (22/7/2026) hingga pukul 14.20 WIB. Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) 2026, saham AMMN telah mencatatkan koreksi sedalam 38,82%.
Dari sudut pandang fundamental, AMMN membukukan laba bersih senilai US248,97jutaataukuranglebihsetaraRp4,2triliunsepanjangperiodetahunbuku2025.MengacupadalaporankeuanganperakhirDesember2025,perolehantersebutmengalamipenurunansebesar60,911,84 miliar dari catatan tahun sebelumnya yang berada di angka US$2,66 miliar.
Kendati performa tahunan melemah, emiten yang berada di bawah naungan afiliasi Grup Salim dan Panigoro ini tetap mampu memperlihatkan sinyal pemulihan yang solid pada kuartal IV/2025.
Sekitar 70% dari total volume penjualan sepanjang tahun 2025 disumbangkan oleh periode tersebut, yang ditopang oleh kestabilan operasional fasilitas smelter serta Precious Metal Refinery (PMR), di samping keberhasilan perolehan izin ekspor konsentrat sementara menjelang akhir Oktober 2025.
Sepanjang tahun 2025, AMMN tercatat memproduksi sebanyak 79.849 ton katoda tembaga serta 124.723 ons emas murni. Adapun volume penjualan konsentrat yang dibukukan pada kuartal IV/2025 berhasil mencapai angka 151.353 metrik ton kering.