Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Pusat Data untuk Investor China

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Pusat Data untuk Investor China
Ilustrasi Data Center.

JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyodorkan peluang investasi di sektor pusat data (data center) Tanah Air kepada jajaran investor asal China dalam ajang Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta, Kamis.

Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Andi Maulana menerangkan bahwa ekspansi industri pusat data menjadi salah satu prospek investasi yang sangat potensial, seiring pesatnya laju pertumbuhan ekonomi digital nasional di kancah Asia Tenggara.

“Perkembangan data center atau pusat data menjadi salah satu peluang investasi yang sangat menjanjikan,” kata Andi dalam forum bisnis yang dihadiri oleh perwakilan dari 27 perusahaan China itu.

Mengutip data Mordor Intelligence, BKPM memaparkan bahwa kapitalisasi pasar data center Indonesia menyentuh angka 1,44 miliar dolar AS pada 2025 dan diprediksi melonjak hingga 1,83 miliar dolar AS pada 2026.

Proyeksi nilai pasar tersebut diperkirakan akan terus mendaki mencapai 3,48 miliar dolar AS pada 2031, dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 13,71 persen.

Pada saat yang sama, pasar pusat data di tingkat global juga diperkirakan naik tajam dari 386,71 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 684,39 miliar dolar AS pada 2031.

Andi menuturkan bahwa potensi besar tersebut selaras dengan perkembangan ekonomi digital Indonesia yang ditargetkan membukukan gross merchandise value (GMV) antara 180 miliar dolar AS hingga 340 miliar dolar AS pada 2030.

Ia menilai industri digital kini bukan lagi sebatas sektor pelengkap, melainkan telah bergeser menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional yang menggerakkan transformasi di berbagai ranah.

“Sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, Indonesia didukung oleh populasi muda yang berorientasi pada mobile first, akses internet yang semakin luas, serta kebijakan pemerintah yang pro-inovasi,” ujarnya.

Merujuk pada catatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi penanaman modal dari China sepanjang 2021 hingga semester I 2026 telah menembus 38,34 miliar dolar AS serta menyerap lebih dari 500 ribu tenaga kerja di Indonesia.

Di luar ranah digital, Andi mengutarakan bahwa pemerintah turut menawarkan beragam prospek investasi pada sektor hilirisasi, energi baru terbarukan (EBT), hingga bidang kesehatan.

Guna mempermudah arus investasi masuk, ia menyampaikan pemerintah konsisten melakukan pembenahan regulasi lewat izin berbasis risiko, pemantapan sistem Online Single Submission (OSS) yang terhubung ke 28 kementerian dan lembaga, serta kepastian durasi layanan izin melalui service level agreement.

Pemerintah juga menyediakan beragam kemudahan dan insentif, seperti keberadaan 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 181 kawasan industri, fasilitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), hingga insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, bebas bea masuk impor mesin dan bahan baku, serta super tax deduction untuk kegiatan vokasi maupun riset.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index