Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp1591 Triliun Tumbuh 19,9 Persen Juni 2026

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp1591 Triliun Tumbuh 19,9 Persen Juni 2026
Ilustrasi Kredit.

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melaporkan realisasi total pembiayaan kredit secara bank only menembus Rp1.591,67 triliun hingga akhir Juni 2026.

Capaian tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 19,9 persen secara tahunan (year on year/YoY) bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan bahwa laju ekspansi pembiayaan perseroan pada kurun waktu ini hampir menyentuh dua kali lipat lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang berada di level 12,7 persen YoY.

“Hingga kuartal II/2026, total kredit Bank Mandiri tumbuh 19,9% YoY, hampir dua kali dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan industri,” kata Riduan dalam Paparan Kinerja Kuartal II/2026 secara virtual, Kamis (23/7/2026).

Riduan menegaskan bahwa penyaluran kredit dikonsentrasikan untuk menggerakkan roda ekonomi riil, utamanya pada sektor produktif serta industri padat karya. Kebijakan ini tecermin dari kredit UMKM yang tumbuh 5,48 persen YoY, atau sekitar sembilan kali lebih cepat dibandingkan laju kredit UMKM industri.

Apabila dirinci, Bank Mandiri membukukan lonjakan pembiayaan hingga 41,6 persen YoY menjadi Rp489 triliun pada ekosistem pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), naik pesat dari posisi Juni 2025 yang tercatat Rp345 triliun.

Riduan mengutarakan bahwa alokasi modal pada segmen tersebut difokuskan untuk mengakselerasi proyek strategis nasional, ketahanan energi, kedaulatan pangan, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sementara itu, pembiayaan untuk ekosistem bisnis pendukung perekonomian terkerek 17,7 persen YoY, dari Rp652 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp767 triliun pada Juni 2026.

Perseroan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pembiayaan bagi korporasi skala besar guna mendorong laju investasi, memperkuat daya saing, serta membukakan lapangan kerja baru.

Di sisi ekosistem UMKM Kerakyatan, Kredit Usaha Mikro (KUM) Bank Mandiri terakselerasi 15,7 persen YoY menjadi Rp31,3 triliun per Juni 2026 demi memperluas akses permodalan sekaligus memacu inklusi keuangan.

Di tengah melesatnya pertumbuhan pembiayaan, Riduan memastikan pihak manajemen tetap mengedepankan asas prudensial. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bank only terjaga rendah pada angka 0,98 persen berkat kedisiplinan pengelolaan risiko.

“Hal ini tentunya menunjukkan keseriusan Bank Mandiri dalam menjalankan disiplin manajemen risiko di perkreditan Bank Mandiri,” tegasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index