JAKARTA - Olahraga angkat beban kini terbukti sangat penting bagi kesehatan tubuh, terutama bagi individu yang telah menginjak usia 50 tahun.
Pakar kebugaran menegaskan bahwa tidak ada batasan usia untuk meningkatkan kekuatan maupun massa otot seseorang.
"Bagi orang dewasa yang lebih tua yang sebelumnya tidak aktif, ini hanya tentang tempat dan kecepatan. Kami mulai di tempat yang tepat dan maju dengan kecepatan yang tepat," kata Atkinson.
Latihan kekuatan bermanfaat untuk memperlambat proses kehilangan massa otot atau sarkopenia yang kerap memburuk saat memasuki usia 60 tahun.
Selain itu, olahraga ini dapat menekan risiko osteoporosis pada wanita pascamenopause dengan merangsang kepadatan tulang secara alami.
Angkat beban juga berdampak positif pada fungsi saraf otak, mengurangi risiko demensia, serta membantu memperbaiki suasana hati.
Dari sisi metabolisme, mempertahankan massa otot lewat latihan beban dapat membantu menjaga kontrol gula darah tetap stabil.
Latihan kekuatan juga efektif melatih koordinasi tubuh dan keseimbangan guna meminimalkan risiko cedera akibat terjatuh pada lansia.
"Sebab, latihan tersebut menargetkan otot dan sistem yang membuat kami stabil, seperti inti tubuh, kaki, dan otot di sekitar pinggul dan pergelangan kakimu," ucap dr. Lyon.
Untuk memulai, latihan dapat dilakukan sebanyak dua sesi dalam seminggu dengan mengutamakan postur yang benar ketimbang beban berat.