Panduan 7 Cara Efektif Menjaga Privasi Data Pengguna di iPhone

Panduan 7 Cara Efektif Menjaga Privasi Data Pengguna di iPhone
Ilustrasi Privasi iPhone.

JAKARTA - Perusahaan teknologi Apple menyediakan beragam fitur privasi serta keamanan di perangkat iPhone yang telah dirilis sejak beberapa waktu lalu. Kendati demikian, sebagian fitur tersebut belum dioptimalkan oleh pengguna, mulai dari opsi menyembunyikan aplikasi, membuat alamat email acak, sampai mengamankan data tatkala gawai hilang.

Berikut deretan fitur privasi dan keamanan pada iPhone yang dapat difungsikan pengguna demi melindungi data pribadi saat mengoperasikan perangkat maupun kala berselancar di dunia maya.

Sembunyikan aplikasi dengan Face ID

Pengguna dapat mengunci aplikasi tertentu memakai Face ID sehingga akses hanya dapat terbuka usai melewati autentikasi biometrik. Apabila membutuhkan tingkat privasi lebih, tersedia opsi Hide App. Aplikasi bakal tersembunyi dari layar utama, absen dalam menu pencarian, dan notifikasinya akan dibungkam. Akses aplikasi hanya bisa dibuka lewat folder Hidden di App Library sesudah memverifikasi Face ID.

Aktifkan Find My sebelum iPhone hilang

Pengguna senantiasa diimbau untuk menyalakan fitur Find My sejak awal pemakaian gawai. Saat iPhone hilang, pengguna sanggup mengaktifkan Lost Mode untuk mengunci perangkat, menangguhkan fungsi kartu pembayaran, serta menampilkan kontak di layar. Tersedia pula fitur Play Sound untuk membunyikan suara pada perangkat, hingga opsi Erase untuk menghapus seluruh isi data dari jarak jauh.

Tambahkan Stolen Device Protection

Di samping kode sandi, Apple melengkapi fitur Stolen Device Protection sebagai benteng keamanan ekstra. Tatkala fitur ini berjalan, sejumlah tindakan vital seperti mengubah Face ID, mengganti passcode, maupun mengakses data sensitif tetap mewajibkan verifikasi Face ID. Apple juga memberlakukan jeda waktu keamanan selama satu jam untuk perubahan tertentu agar pemilik sempat menyalakan Lost Mode.

Cek pelacak di Safari

Peramban Safari dibekali deretan fitur privasi bawaan, seperti mencegah pelacakan lintas situs, menyamarkan alamat IP, hingga meminta autentikasi Face ID saat membuka tab Private Browsing. Safari turut menyediakan Privacy Report yang menampilkan total pelacak yang berhasil diblokir. Laporan tersebut juga menyajikan ringkasan aktivitas, persentase situs pelacak, serta deretan layanan yang sering mengintai.

Gunakan Hide My Email

Khusus pelanggan layanan iCloud+, Apple memfasilitasi fitur Hide My Email yang sanggup menggenerasi alamat email acak saat mendaftar ke suatu platform. Email acak ini bakal meneruskan pesan ke alamat utama tanpa membocorkan identitas aslinya. Mekanisme ini ampuh memangkas risiko timbulnya pesan spam serta penyalahgunaan alamat email pribadi.

Simpan kata sandi di Passwords

Pengguna disarankan menyimpan barisan kata sandi pada aplikasi Passwords ketimbang mencatatnya di aplikasi Notes. Aplikasi ini sanggup memproduksi kata sandi rumit secara otomatis, menyimpannya dalam format terenkripsi, serta menyinkronkan data ke seluruh gawai Apple yang terhubung. Langkah ini mencegah pemakaian satu kata sandi yang sama di berbagai akun.

Saring pesan spam otomatis

Lewat aplikasi Messages, Apple menyajikan fitur penyaring Unknown Senders dan Spam. Bila diaktifkan melalui menu Settings, pesan dari nomor yang tidak dikenal maupun yang terindikasi spam bakal dipisahkan otomatis dari kotak masuk utama, sehingga meminimalisir potensi penipuan via SMS atau iMessage.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index