Risiko Kerusakan Mata Tanpa Gejala Akibat Hipertensi dan Diabetes 2026

Risiko Kerusakan Mata Tanpa Gejala Akibat Hipertensi dan Diabetes 2026
Ilustrasi Kesehatan Mata.

JAKARTA - Banyak masyarakat baru terdorong memeriksakan kesehatan mata ketika kemampuan penglihatan mulai tampak kabur atau terganggu.

Padahal, tingkat kerusakan organ mata akibat penyakit diabetes maupun hipertensi dapat merayap jauh sebelum munculnya gejala awal.

Pihak Asian Healthcare Specialists mengingatkan agar penderita diabetes dan hipertensi tidak menunda pemeriksaan mata menyeluruh hingga terjadi gangguan fungsional.

Perubahan struktur pada bagian retina serta saraf optik sering kali memburuk secara perlahan tanpa memicu rasa sakit sedikit pun.

Dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre Singapura, Low Jin Rong mengungkapkan bahwa pasien umumnya tekun memantau kadar gula darah hingga organ ginjal, tetapi kerap mengabaikan kesehatan mata.

"Penglihatan yang masih jelas tidak selalu berarti retina, saraf optik, dan lapang pandang perifer berada dalam kondisi sehat. Gejala saja tidak cukup untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam mata," ujar Low dalam keterangannya.

Penyakit diabetes terbukti sanggup merusak pembuluh darah berukuran kecil di retina, yakni lapisan peka cahaya yang terletak pada bagian belakang mata.

Kondisi medis bernama retinopati diabetik tersebut kerap menggerogoti fungsi penglihatan tanpa disadari oleh penderitanya sejak fase awal.

Sementara itu, lonjakan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol secara berkelanjutan juga dapat mengancam integritas pembuluh darah retina serta saraf optik.

Meskipun demikian, tidak semua penderita otomatis kehilangan daya penglihatannya selama mau melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.

Pemeriksaan mata secara komprehensif memegang peranan krusial karena mampu mengevaluasi kondisi tekanan bola mata hingga lapang pandang perifer.

Salah satu gangguan mematikan yang kerap luput dari perhatian penderita adalah glaukoma, yang mengikis kemampuan pandang secara diam-diam.

Guna mencegah kerusakan permanen, Low menyarankan para penderita hipertensi dan diabetes untuk rutin berkonsultasi mengenai jadwal pemeriksaan mata berkala.

Langkah ini amat krusial bagi kelompok berisiko tinggi, seperti lansia, pemilik riwayat keluarga glaukoma, hingga pasien dengan gula darah yang sulit terkontrol.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index