JAKARTA - Langkah membeli HP bekas tetap menjadi pilihan yang logis di tengah situasi krisis RAM pada 2026. Salah satu opsi yang terbilang diminati yakni iPhone bekas. Pengguna dapat memilih ragam varian, mulai dari seri iPhone 11, iPhone 12, iPhone 13 Pro, hingga iPhone 14 Plus. Walau harganya sudah mengalami penurunan, nilai jual iPhone bekas terpantau konsisten lebih tinggi ketimbang HP Android bekas.
Nominal harga iPhone bekas bahkan sanggup menyentuh angka belasan juta rupiah. Di sisi lain, deretan HP Android bekas ditawarkan dengan harga terjangkau, bahkan ada yang dimulai dari kisaran Rp1 jutaan untuk tipe keluaran terbaru. Lantas, apa pemicu harga iPhone seken tetap melampaui Android bekas? Simak ulasannya berikut ini.
1. Harga iPhone Baru Sudah Tinggi dari Awal
Faktor mendasar di balik melambungnya harga pasar iPhone bekas yakni patokan harga unit barunya sejak awal. Apabila memantau harga jual resmi di gerai distributor seperti iBox, Erafone, maupun Digimap, unit iPhone baru dipasarkan pada rentang Rp15 juta hingga Rp40 jutaan, meski terdapat varian terjangkau di kisaran Rp8 jutaan.
Tingkat penurunan nilai atau depresiasi harga iPhone seken berada di rentang 20 hingga 50 persen bergantung pada kondisi fisik dan usia pemakaian. Jika dikalkulasikan dari patokan harga awal, penyusutan 20 hingga 50 persen tersebut tetap menghasilkan nominal yang tergolong tinggi, yakni mulai dari Rp4 juta hingga Rp20 jutaan sesuai modelnya.
2. iPhone Merupakan Perangkat Premium Kualitas Atas
iPhone diposisikan sebagai gawai kelas atas atau produk premium. Perangkat ini dirakit memakai material logam, bodi belakang kaca, panel layar OLED, sertifikasi tahan air IP68, sistem penstabil kamera OIS, serta memberikan kesan mewah saat digenggam.
Berkat kemewahan serta standar mutu tersebut, nilai jual iPhone bekas bertahan tinggi. Harga iPhone seken yang mahal terbilang sepadan dengan mutunya, berbeda dari kebanyakan HP Android murah yang dirancang dari material sederhana sehingga harga bekasnya jatuh lebih murah.
3. iPhone Memperoleh Dukungan Pembaharuan Sistem yang Panjang
Mengutip laporan dari MacWorld, iPhone memperoleh dukungan pembaruan perangkat lunak dalam kurun waktu panjang, yaitu berkisar 5 hingga 7 tahun. Dukungan ini mencakup pembaruan sistem operasi iOS hingga peningkatan sistem keamanan secara berkala.
Pembaruan jangka panjang menyajikan keuntungan berupa perpanjangan masa pakai gawai, hadirnya fitur-fitur baru, serta penguatan proteksi keamanan. Hal ini berdampak langsung pada bertahannya harga iPhone bekas, sementara banyak HP Android hanya mendapat pembaruan selama 1 hingga 4 tahun yang membuat masa pakainya lebih singkat.
4. Varian Model iPhone Lebih Terbatas
Bila dibandingkan dengan ekosistem Android, pilihan seri iPhone relatif lebih sedikit. Apple hanya meluncurkan beberapa varian seperti lini reguler, Plus, e, Pro, dan Pro Max, di samping seri lama seperti Mini, s, maupun SE.
Di lain sisi, produsen HP Android seperti Samsung memproduksi banyak varian seperti Galaxy S, Z Fold, Z Flip, M, A, F, hingga XCover. Begitu pula Xiaomi yang memiliki lini Redmi Note reguler, Pro, Pro Plus, Redmi angka, Xiaomi T, hingga varian Ultra. Variasi yang lebih sedikit membuat ketersediaan unit iPhone bekas lebih terbatas, sehingga tingginya permintaan pasar menjaga nilainya tetap tinggi.
5. Adanya Stigma iPhone Lebih Unggul dari Android
Merujuk informasi dari Used Mobile 4 U, popularitas serta anggapan publik turut mendongkrak nilai jual bekas iPhone. Konsumen awam kerap menilai iPhone sebagai perangkat terbaik dengan mutu di atas HP Android, baik dari segi kamera, performa, maupun panel layar.
iPhone juga identik sebagai perangkat yang banyak digunakan oleh kalangan figur publik. Tingginya popularitas ini mendorong masyarakat rela merogoh kocek lebih dalam demi memboyong iPhone bekas, meskipun beberapa model lawas yang sudah tidak mendapat dukungan sistem tetap dijual dengan harga yang murah.