JAKARTA - Aktor Matt Damon menjalani proses transformasi fisik intensif selama enam bulan untuk melakoni peran pahlawan Yunani, Odysseus, dalam film The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan.
Aktor berusia 55 tahun tersebut membeberkan bahwa dirinya menerapkan pola makan ketat, termasuk melakoni diet bebas gluten serta menimbang porsi makanan secara cermat hingga bobot tubuhnya menyusut menjadi 75 kilogram.
Kisah penyesuaian fisik Matt Damon ini diungkap saat menghadiri acara Live with Kelly and Mark serta dipublikasikan oleh Fox News. Dalam film tersebut, Damon memerankan Odysseus yang harus melewati perjalanan panjang nan terjal seusai Perang Troya.
1. Arah Desain Karakter dari Christopher Nolan
Damon menjelaskan perubahan fisiknya dilakukan demi memenuhi standar visual yang diinginkan Nolan. Sang sutradara menghendaki sosok Odysseus tampil dengan postur ramping dan kekar layaknya veteran perang, bukan menyerupai binaragawan.
“Dia ingin dia terlihat ramping dan kuat seperti seseorang yang merupakan veteran Perang Troya dan bisa menjaga dirinya sendiri, tetapi tidak akan menolak makanan jika ditawarkan kepadanya,” kata Damon mengutip arahan Nolan.
Pemeran utama ini mengakui bahwa membentuk tubuh ramping sekaligus berotot bukanlah perkara mudah hingga seluruh rutinitas harian bertumpu pada program tersebut.
“Dan itu adalah bentuk tubuh yang paling sulit untuk didapatkan, bentuk tubuh yang ramping dan kuat seperti itu,” ujar Damon.
“Ini benar-benar mengambil alih hidup saya,” lanjut Damon mengenai durasi transformasi enam bulannya.
2. Penurunan Berat Badan Capai 75 Kilogram
Sebelumnya, Damon sempat membeberkan dinamika berat badannya pada podcast New Heights milik Travis dan Jason Kelce. Bobot normalnya berada pada kisaran 84 hingga 91 kilogram.
Namun, demi keperluan pengambilan gambar The Odyssey, berat badannya ditekan hingga mencapai 75 kilogram, angka yang diakuinya sama seperti saat masih duduk di bangku sekolah menengah.
Rangkaian program penataan fisik yang ia jalani dirancang presisi menyerupai pola hidup atlet profesional.
“Semua ditimbang. Semuanya benar-benar sangat disengaja,” ujar Damon.
3. Penerapan Diet Bebas Gluten
Di samping membatasi kuantitas makanan, Damon memilih menerapkan diet bebas gluten secara disiplin. Ia mengaku baru menyadari banyaknya kandungan gluten pada makanan harian seperti roti, pasta, hingga minuman bir.
Satu di antara tantangan terberat baginya adalah menghentikan konsumsi bir.
“Dengar, saya harus berhenti minum bir. Itu sulit,” kata Damon.
Saat menjalani proses syuting di Italia, Damon sempat diuji ketika keluarganya berkunjung. Meski sudah memesan pasta, ia memilih menggantinya dengan steak dan hanya mencicipi satu gigitan pasta milik keluarganya.
“Saya benar-benar menjalaninya. Masih empat atau lima bulan lagi. Pada titik ini, semuanya atau tidak sama sekali,” ujar Damon saat menceritakan komitmennya.
4. Mempertahankan Pola Makan dan Menjauhi Diet Ekstrem
Pola makan bebas gluten tetap diteruskan oleh Damon meskipun proses syuting The Odyssey telah rampung. Ia merasa kondisi stamina dan kebugaran fisiknya jauh lebih prima.
“Saya hanya merasa jauh lebih baik,” kata Damon.
Kendati demikian, ia menegaskan tidak mau lagi mengulangi metode penurunan berat badan secara ekstrem yang merusak kesehatan seperti pada film Courage Under Fire (1996) lalu. Kala itu, tindakan drastisnya sempat mendapat teguran medis karena berisiko memicu penyusutan organ jantung.
“Saya melakukannya terlalu jauh,” ujar Damon.
“Saya tidak mengubahnya dengan cara yang tidak sehat,” tegas Damon regarding penyesuaian fisiknya untuk The Odyssey.
Selain restrukturisasi tubuh, Damon juga menumbuhkan janggut asli selama satu tahun demi mempermudah adegan-adegan yang berkaitan dengan air selama produksi berlangsung.