Pemerintah Pastikan Pasokan Air Bersih di Sungai Cisadane Masih Aman

Pemerintah Pastikan Pasokan Air Bersih di Sungai Cisadane Masih Aman
Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA), Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw.

JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw memastikan ketersediaan air di Sungai Cisadane tetap berada dalam kategori aman dan terjaga walau musim kemarau mulai berdampak pada beberapa wilayah.

"Ketersediaan air untuk masyarakat Tangerang masih dalam kondisi yang sangat aman kalau menurut saya, karena masih 90 persen," ujar Arnold setelah meninjau secara langsung debit air di Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Selasa.

Arnold menjelaskan bahwa pemerintah secara konsisten melakukan pengaturan tata kelola air guna memastikan pasokan tetap mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pemandangan yang beredar di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

"Air itu sebenarnya tersedia. Karena musim kemarau, yang kami lakukan adalah mengatur tata kelola air. Kalau dilihat di sisi lain bendung ini, airnya masih sangat banyak dan aman. Itu karena diatur oleh rekan-rekan dari SDA sehingga air yang kami miliki cukup untuk memenuhi kebutuhan air baku, irigasi, dan kebutuhan lainnya sampai beberapa bulan ke depan," jelasnya.

Ia juga memastikan pihak pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kelangkaan air bersih pada masyarakat. Warga yang memerlukan pasokan air bersih diimbau untuk segera melapor ke posko yang sudah disiapkan.

"Kalau ada masyarakat yang membutuhkan air, tinggal hubungi posko kami. Kami akan datang membawa bantuan air bersih. Begitu juga kalau ada sawah yang terancam kering, sampaikan saja. Rekan-rekan dari Balai Sungai, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, pemerintah kabupaten maupun provinsi akan bergerak cepat membantu masyarakat yang mengalami kekeringan," ungkapnya.

Arnold menambahkan, fokus perhatian pemerintah saat ini tertuju ke wilayah Pulau Jawa, khususnya bagian selatan, yang diproyeksikan menjadi daerah paling terdampak musim kemarau berdasar hasil pemantauan serta arahan pemerintah pusat.

"Fokus kami sesuai arahan Pak Menteri adalah wilayah Jawa, terutama Jawa bagian selatan yang diperkirakan akan banyak mengalami dampak kekeringan," katanya.

Demi memperkuat penanganan di lapangan, Kementerian PU turut menyiapkan tambahan peralatan yang disalurkan ke balai-balai di berbagai daerah agar respons kebutuhan air bersih warga bisa dilakukan lebih cepat.

"Kami menyiapkan tambahan alat-alat yang akan diserahkan kepada balai-balai supaya bisa segera bergerak di lapangan apabila ada masyarakat yang meminta bantuan suplai air bersih," kata Arnold.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin memastikan kebutuhan air bersih untuk warga Kota Tangerang tetap aman meski debit air Sungai Cisadane mengalami penurunan akibat kemarau.

Ia mengatakan, pasokan air baku sejauh ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Walau begitu, Pemerintah Kota Tangerang bersama instansi terkait terus melakukan ragam langkah antisipasi guna menghadapi potensi kemarau yang lebih panjang.

"Masih bertahan, mudah-mudahan sebentar lagi turun hujan. Kami berharap yang terbaik buat masyarakat. Namun upaya-upaya terus kami lakukan bersama PUPR Kota Tangerang, berkoordinasi dengan BBWS Ciliwung Cisadane, kemudian juga dengan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang untuk pemenuhan air kepada masyarakat," katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index