JAKARTA - Kementerian Luar Negeri China meyakini bahwa pemerintah Indonesia akan terus melindungi hak serta kepentingan sah perusahaan-perusahaan asal Tiongkok, khususnya usai delegasi korporasi Tiongkok melangsungkan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Kami percaya bahwa Indonesia akan terus melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan kegiatan usaha mereka di sana," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa.
Sebelumnya pada 23 Juli 2026, sebanyak 28 pelaku usaha dari China mengadakan pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta.
Dalam forum dialog tersebut, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia senantiasa terbuka untuk menjalin kerja sama dengan mitra global, termasuk China, dalam lingkup perdagangan, investasi, jasa, hingga pendidikan.
Pertemuan tersebut bergulir beberapa hari setelah rekaman video pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2026, beredar luas di media sosial China hingga memicu sorotan publik.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengibaratkan pentingnya merawat kepentingan nasional lewat analogi sosok tamu yang berkunjung untuk berniaga.
"Kami suka dengan tamu. Kami hormati tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu yang enggak tahu diri. Sudah enggak diundang, datang ke sini katanya mau dagang, lama-lama ngerampok," ujar Prabowo tanpa menyebut nama negara tertentu.
"Mengenai pernyataan yang menuduh beberapa investor asing telah mengeksploitasi atau merampas sumber daya alam Indonesia, kami telah menjelaskan bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada China," ujar Lin Jian.
Lin Jian menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan strategis kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, kemitraan ekonomi, perdagangan, serta investasi China dan Indonesia telah membukukan hasil yang nyata.
"Kerja sama tersebut bersifat saling menguntungkan. China dan Indonesia merupakan dua negara berkembang utama, tetangga yang bersahabat, serta mitra penting dalam pembangunan dengan prospek kerja sama yang menjanjikan," tambah Lin Jian.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia dalam pelbagai kesempatan berulang kali menyatakan komitmennya untuk mempererat kolaborasi bersama China di rantai industri maupun rantai pasok.
Saat berdialog dengan delegasi bisnis China, Menko Airlangga mendorong para investor Tiongkok memperluas ekspansi di sektor manufaktur, industri semikonduktor, infrastruktur serat optik, aplikasi digital, hingga pusat data demi menyokong transformasi ekonomi digital.
Demi memacu realisasi penanaman modal, pemerintah Indonesia menyodorkan aneka insentif fiskal seperti fasilitas tax holiday hingga 100 persen, tax allowance, investment allowance, serta super tax deduction.
Dalam momentum forum tersebut, turut ditandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) investasi dengan total nilai ekonomi mencapai 2 miliar dolar AS atau setara Rp36 triliun.
Salah satu poin kesepakatan mencakup proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agrivoltaik kapasitas 300 megawatt (MW) bernilai 1,35 miliar dolar AS di Sumatera Utara.
Di samping proyek energi bersih, Indonesia dan China menyepakati kemitraan industri makanan dan minuman antara PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk dengan Guangxi G. Taste Food Co., Ltd.
Penandatanganan kerja sama strategis juga dijalin antara PT Telkom Properti Indonesia dan PT CNEC Engineering Indonesia.
Berdasarkan catatan statistik Indonesia, total volume perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 menembus kisaran 154 miliar dolar AS, sedangkan kalkulasi data China mencatatkan angka 160 miliar dolar AS.
Beberapa komoditas utama ekspor Indonesia ke China meliputi ferroalloy, nikel matte, lignit, batu bara, serta minyak kelapa sawit.
China terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu investor utama bagi Indonesia, di mana data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi China periode 2021 hingga semester I 2026 menembus 38,34 miliar dolar AS dan menyerap 500 ribu tenaga kerja.