JAKARTA - Kurang tidur tidak hanya memicu kelelahan fisik pada esok harinya, tetapi juga berdampak langsung pada tampilan visual area wajah.
Kondisi mata sembap, lingkar hitam, hingga kulit kusam kerap muncul usai seseorang melewati malam dengan kualitas istirahat yang buruk.
Padahal, tidur memegang peranan krusial dalam proses perbaikan jaringan kulit secara alami dan berkala.
Melansir Raidió Teilifís Éireann, dokter estetika dr. Barbara Kubicka menjelaskan bahwa konsep beauty sleep memiliki acuan medis yang nyata.
"Saya pikir beauty sleep mendapatkan reputasinya, dan meskipun kami sering berfokus pada produk perawatan kulit atau perawatan mahal, tidur yang baik merupakan salah satu dasar kulit yang sehat," kata dr. Kubicka.
Ketika malam hari, proses regenerasi lapisan pelindung kulit atau skin barrier bekerja lebih aktif dibanding siang hari.
Selain itu, produksi kolagen alami tubuh terus berlangsung secara maksimal saat tubuh beristirahat total di malam hari.
Seseorang yang memiliki pola tidur teratur cenderung memiliki tampilan kulit lebih cerah, tidak mudah iritasi, serta pulih lebih cepat.
Pakar tidur dr. Hana Patel menambahkan bahwa kurang tidur kronis dapat memicu mata merah, kelopak mata turun, hingga munculnya garis halus.
Kendati demikian, Kubicka menegaskan bahwa tidur berkualitas merupakan pendukung penuaan yang sehat, bukan pengganti perawatan anti-aging.
Untuk mendapat kualitas tidur optimal, masyarakat disarankan menjaga konsistensi jam tidur, menghindari ponsel sebelum tidur, serta memastikan kamar sejuk.