Indonesia dan Albania Perluas Pasar Kerja Migran Lewat SMK Go Global

 Indonesia dan Albania Perluas Pasar Kerja Migran Lewat SMK Go Global
Siswa mengikuti pelatihan pengoperasian mesin pneumatik pada program SMK Go Global di SMK YPWKS, Kota Cilegon, Banten, Senin (15/6/2026).

JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Pemerintah Albania untuk membuka dan memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja asal Indonesia, khususnya melalui skema SMK Go Global.

Langkah penguatan kemitraan ini ditandai lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai tata kelola penempatan serta pelindungan tenaga kerja migran. Prosesi tersebut dilakukan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin bersama Menteri Ekonomi dan Inovasi Albania Delina Ibrahimaj di Jakarta pada Kamis.

“Tentu dalam waktu tidak lama, ya, (diharapkan) sudah ada penempatan pekerja migran, terutama yang konteksnya adalah directive (arahan) Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang SMK Go Global. Salah satunya nanti negara penempatannya adalah di Albania,” ujar Mukhtarudin.

Mukhtarudin menyampaikan bahwa para pekerja migran yang akan diberangkatkan ke Albania merupakan skilled worker (tenaga kerja terampil) untuk mengisi sektor formal non-domestik.

Oleh sebab itu, instansinya terus berkomitmen memacu kapasitas dan kualitas SDM Indonesia, bergeser dari low-skilled worker menjadi medium-high skill worker.

Selain memperluas jangkauan kesempatan kerja baru, Mukhtarudin menegaskan bahwa kesepakatan MoU ini juga memperkokoh koordinasi kedua belah pihak dalam memberikan jaminan pelindungan bagi para pekerja migran.

Kemitraan strategis ini sejalan dengan komitmen KP2MI untuk konsisten memperkuat proteksi bagi para pekerja migran Indonesia, baik pada tahap sebelum, selama, hingga sesudah masa penempatan.

“Meskipun belum banyak pekerja migran Indonesia yang bekerja di Albania, tetapi dengan MoU hari ini menjadi bentuk keseriusan kedua negara agar lebih terkoordinir dan lebih baik dalam pengelolaan pekerja migran Indonesia yang bekerja di Republik Albania,” imbuh Mukhtarudin.

Penandatanganan dokumen kerja sama ini merupakan langkah konkrit dari hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Albania pada Juli 2024 lalu, saat masih mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia sekaligus presiden terpilih.

Pada agenda kunjungan tersebut, Presiden Prabowo melangsungkan pertemuan resmi dengan Perdana Menteri Albania Edi Rama serta Presiden Albania Bajram Begaj.

Di sisi lain, SMK Go Global merupakan program strategis pemerintah yang memfasilitasi para alumni pendidikan vokasi agar dapat berkarier di mancanegara secara legal, aman, serta terlindungi.

Program unggulan ini memfasilitasi pelatihan keahlian teknis, sertifikasi standar internasional, hingga pembekalan bahasa asing.

Melalui inisiatif SMK Go Global tersebut, KP2MI menargetkan pengiriman sebanyak 40.000 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) untuk ditempatkan di berbagai kawasan luar negeri pada tahun ini

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index