JAKARTA - Merasa memiliki segudang rencana tetapi teramat sulit untuk mengeksekusi satu pun merupakan kondisi yang kerap dialami banyak orang.
Psikoterapis Amy Morin menjelaskan bahwasanya memahami pemicu utama di balik menguapnya motivasi menjadi pijakan awal untuk mengatasinya. Rasa enggan bertindak ini umumnya sekadar cerminan dari persoalan lain yang lebih dalam.
"Terkadang, tidak adanya motivasi adalah masalahnya. Namun di lain waktu, hal itu hanyalah gejala dari masalah yang lebih besar," tulis Morin.
Guna mengurai persoalan tersebut, pakar membeberkan tujuh pemicu utama yang membuat seseorang kehilangan daya dorong dalam beraktivitas.
Faktor pertama yakni kebiasaan menghindari rasa tidak nyaman seperti ketakutan akan rasa bosan, frustrasi, atau merasa kewalahan. Otak lantas memilih kompensasi instan berupa aktivitas hiburan yang gampang diakses.
Penyebab kedua adalah krisis rasa percaya diri. Keraguan mendalam terhadap kapasitas pribadi sanggup menghambat seseorang untuk sekadar mengambil langkah awal.
Faktor ketiga dipicu oleh beban kerja yang terlalu menumpuk. Deretan jadwal padat serta tumpukan tanggung jawab sering kali menguras energi mental hingga memicu kebuntuan prioritas.
Penyebab keempat ialah kurangnya komitmen kuat terhadap target yang dipasang. Tujuan yang dirancang sebatas membekor tren atau dorongan eksternal akan cepat goyah sewaktu menemui kerikil rintangan.
Faktor kelima datang dari mentalitas perfeksionisme. Keinginan berlebih untuk menghasilkan karya sempurna tanpa cela justru kerap melahirkan ketakutan gagal sebelum sempat memulai.
Penyebab keenam adalah rasa cemas terhadap penilaian orang lain. Ketakutan akan kritik atau bayang-bayang dianggap kurang kompeten membuat seseorang menahan potensi terbaiknya.
Adapun faktor ketujuh yakni perilaku people pleasing atau obsesi menyenangkan semua pihak. Menomorduakan kebutuhan pribadi demi memuaskan ekspektasi lingkungan lambat laun akan mengikis motivasi internal.
Guna memulihkan kembali semangat bertindak, langkah-langkah kecil seperti langsung mengeksekusi tugas selama 10 menit, memangkas pikiran negatif, hingga memberi apresiasi diri dapat diterapkan secara bertahap.