JAKARTA - Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Papua Tengah mempersiapkan pembangunan enam unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Distrik Jita, Kabupaten Mimika. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan pasokan listrik ke tujuh kampung terpencil yang hingga kini belum terjangkau oleh jaringan listrik konvensional.
Tim Leader Perencanaan Listrik Desa UP2K Papua Tengah Viktori Bunga Bongga di Nabire, Kamis, mengatakan pembangunan PLTS menjadi solusi penyediaan listrik bagi wilayah yang lokasinya terpencar sehingga belum memungkinkan dihubungkan dengan jaringan distribusi PLN.
"Untuk pembangkit baru, rencananya di Mimika ada enam PLTS. Khusus enam PLTS di Distrik Jita ini dapat melayani tujuh kampung karena letak kampungnya terpencar-pencar," katanya.
Ia menyampaikan, pengerjaan proyek enam PLTS tersebut sudah melewati serangkaian tahapan perencanaan secara bertahap, mulai dari tingkat UP2K, PLN Unit Induk Wilayah, Divisi Listrik Desa PLN Kantor Pusat, hingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurut penjelasannya, tiap unit PLTS bakal dibangun menyesuaikan tingkat kebutuhan tiap-tiap kampung dengan kapasitas daya yang beragam, mulai dari kisaran 10 kilowatt-peak (kWp), 15 kWp, sampai kapasitas yang lebih besar selaras dengan total pelanggan.
Arus listrik yang diproduksi selanjutnya disalurkan ke pemukiman warga memanfaatkan meteran prabayar yang menyediakan variasi pilihan daya 450 VA, 900 VA, maupun 1.300 VA.
Guna melengkapi ketersediaan pembangkit, pihak PLN turut menyiagakan petugas operator di setiap titik lokasi pembangunan untuk mengelola sekaligus memelihara sistem operasional PLTS.
"Masing-masing PLTS ada operatornya untuk pengoperasian dan perawatan. Mereka juga membantu masyarakat terpencil dalam pembelian token listrik selain melalui pembelian daring atau dititipkan kepada keluarga di kota," ujarnya.
Pembangunan enam unit PLTS tersebut ditargetkan dapat menjangkau dan melayani kurang lebih 1.136 calon pelanggan baru.
Ia menambahkan, jika pengerjaan seluruh proyek listrik desa pada tahun 2026 dapat terealisasi secara menyeluruh, rasio elektrifikasi PLN untuk kawasan Papua Tengah diproyeksikan melonjak dari angka 53,01 persen menjadi 53,9 persen, sementara rasio elektrifikasi secara total merambat naik dari 94,7 persen menjadi 95,5 persen.