JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengalkulasi total perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Januari sampai Juni 2026 menyentuh angka 630,41 juta perjalanan, rekor tertinggi untuk periode triwulan II sejak 2019 atau sebelum munculnya pandemi COVID-19.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengutarakan bahwa pencapaian tersebut melonjak 2,71 persen disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, menandai pergerakan sektor pariwisata dalam negeri konsisten memperlihatkan tren positif.
“Capaian kunjungan wisnus Januari sampai dengan Juni tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2019 yang lalu,” katanya dalam keterangan pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.
Ateng memaparkan bahwa pada Juni 2026, BPS membukukan total perjalanan yang dilakukan warga domestik menembus 107,19 juta perjalanan, alias merangkak naik 0,97 persen ketimbang Mei 2026 dan meningkat 1,98 persen jika disandingkan dengan kurun waktu Juni 2025.
Sebaliknya, arus perjalanan warga Indonesia yang bertolak ke luar negeri memperlihatkan dinamika yang berbeda. BPS mendata jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau pelancong Indonesia ke luar negeri pada Juni 2026 menyentuh 766,78 ribu perjalanan, melonjak tajam 39,32 persen dari bulan sebelumnya serta naik 5,39 persen secara tahunan.
Menurut penjelasan Ateng, lonjakan bulanan yang signifikan tersebut mayoritas dipicu oleh pemulangan rombongan jemaah haji yang berlangsung sepanjang Juni 2026.
“Secara umum meningkatnya wisatawan nasional secara bulanan, salah satunya disebabkan oleh kepulangan jemaah haji pada bulan Juni tahun 2026,” katanya.
Walau begitu, secara akumulatif dalam rentang Januari hingga Juni 2026, total alur perjalanan warga Indonesia ke luar negeri tercatat berada di level 4,46 juta perjalanan, menyusut 2,40 persen jika dibandingkan periode setara tahun lalu.
Rangkaian data tersebut memperlihatkan bahwa selama separuh awal 2026, dinamika pergerakan wisata masyarakat masih ditopang penuh oleh destinasi dalam negeri, menjadi indikator kuat bahwa daya tarik pariwisata domestik tetap solid dan menjadi pilar utama pemulihan industri pariwisata nasional.