JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mengamankan komitmen pendanaan global dengan estimasi nilai total mencapai US$477,87 juta atau setara Rp8,60 triliun.
Suntikan dana tersebut dialokasikan untuk mengeksekusi tiga proyek strategis guna mengejar target kapasitas terpasang sebesar 1,85 gigawatt (GW) pada 2033.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi merinci komitmen pendanaan tersebut mencakup US$158,86 juta dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk penggarapan proyek Lumut Balai 3.
Selain itu, JICA juga mengucurkan pembiayaan US$148,97 juta untuk proyek Lumut Balai 4, serta pinjaman World Bank senilai US$170,04 juta untuk proyek Lahendong 7-8.
"Selain itu ada banyak lagi sindikasi pendanaan yang hari ini stand by menunggu PGE. Jadi tantangan kami adalah bagaimana kami membuat proyek menjadi komersial sehingga kami bisa masuk ke tahap eksekusi," kata Edwil dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Melihat postur keuangan perseroan, PGEO membukukan total aset sebesar US$2,97 miliar sepanjang semester I 2026, atau melandai 2,23 persen secara year to date (YtD).
Di sisi lain, total liabilitas perseroan tercatat senilai US$961,18 juta, terkoreksi 2,80 persen YtD.
Liabilitas tersebut terbagi atas kewajiban jangka pendek sebesar US$198,35 juta dan kewajiban jangka panjang senilai US$762,83 juta, di mana masing-masing mengalami penurunan 7,44 persen YtD dan 1,52 persen YtD.
Sementara itu, posisi total ekuitas perseroan berada di level US$2 miliar, atau melandai 1,95 persen YtD dari posisi US$2,04 miliar pada akhir 2025.
Adapun dari aspek efektivitas pemanfaatan aset untuk mendongkrak pendapatan, rasio return on asset (ROA) perseroan tercatat di level 2,68 persen, menguat dibandingkan periode sebelumnya di posisi 2,27 persen.
Menilik struktur utang, liabilitas PGEO pada semester I 2026 didominasi oleh kewajiban jangka panjang dengan porsi 79,4 persen, sedangkan porsi liabilitas jangka pendek sebesar 20,6 persen.
Tingkat rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) perseroan berada di posisi 0,48 kali.
"Untuk financing, kami sangat optimis bahwa PGE dengan berdasarkan pengalaman, mendapatkan financing dengan pricing yang lebih kompetitif. Jadi kami bisa menjamin bahwa kami akan bisa mendapatkan itu," tandasnya.