PT PHR Terapkan 3 Strategi Jaga Produksi Migas di Lapangan Matang

PT PHR Terapkan 3 Strategi Jaga Produksi Migas di Lapangan Matang
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1.

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 terus berupaya menjaga kestabilan produksi minyak dan gas bumi (migas) di tengah tantangan pengelolaan lapangan tua atau mature lewat penerapan strategi energy security, energy transition, serta new business & strengthening enablers.

“Menjaga produksi dari lapangan mature membutuhkan upaya yang semakin kompleks. Karena itu kami menjalankan strategi yang tidak hanya mempertahankan baseline produksi, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru agar ketahanan energi nasional tetap terjaga," ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Muhamad Arifin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ketiga pilar strategi tersebut mendasari operasional perusahaan demi menjamin ketahanan energi nasional, mempercepat transisi menuju energi bersih, sekaligus membentuk kapabilitas baru demi pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Penerapan strategi ini direalisasikan melalui lima pilar strategis yang saling bersinergi. Pilar maintain baseline menjadi tumpuan utama demi menjamin keberlanjutan produksi dari deretan sumur migas matang.

Langkah ini ditempuh melalui optimalisasi teknologi primary recovery, secondary recovery, hingga tertiary recovery, termasuk operasional Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) secara komersial di Minas Area A sejak Desember 2025 untuk mendongkrak perolehan minyak.

Unit Regional 1 sendiri menjadi salah satu penopang utama produksi migas nasional. Sepanjang semester pertama 2026, Regional 1 menyumbang sekitar 31 persen terhadap angka lifting minyak nasional atau setara 177 ribu barel minyak per hari (MBOPD), serta memasok 39 persen produksi minyak dan 27 persen produksi gas Subholding Upstream Pertamina.

Pada kurun semester pertama 2026, Regional 1 mencatatkan volume produksi minyak hingga 178,03 MBOPD atau 87 persen dari target, serta torehan produksi gas mencapai 746,80 MMSCFD atau 98 persen dari target.

Sementara itu, capaian lifting minyak menembus angka 177,47 MBOPD atau 86 persen dari target dan lifting gas menyentuh 545,25 MMSCFD atau 98 persen dari target.

"Kami meyakini kombinasi inovasi teknologi, investasi yang berkelanjutan, serta eksplorasi agresif akan menjadi kunci menjaga produksi migas nasional di tengah tantangan lapangan mature sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia," ujar Arifin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index