JAKARTA — PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat lonjakan kunjungan wisatawan hingga 17 persen pada semester pertama 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pencapaian pertumbuhan jumlah pelancong tersebut melonjak cukup signifikan bila dibandingkan dengan torehan pada periode yang sama pada tahun 2025 lalu.
"Sepanjang semester I 2026, kawasan Mandalika ini mencatat 685.844 kunjungan wisatawan, tumbuh 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus angka itu mencapai 124 persen dari target perusahaan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).
Ahmad Fajar menambahkan bahwa tren positif di destinasi tersebut terus melaju cepat seiring makin kukuhnya citra kawasan sebagai pusat pariwisata olahraga serta gaya hidup.
"Tingkat okupansi rata-rata juga meningkat dari 44,94 persen menjadi 50,95 persen, didukung oleh semakin padatnya penyelenggaraan berbagai ajang olahraga, hiburan, dan aktivitas komunitas selama semester pertama 2026," katanya.
Menatap separuh kedua tahun 2026, pihak manajemen ITDC sangat optimistis tren kenaikan ini bakal makin melaju kencang berkat deretan agenda strategis yang telah disiapkan.
"Berbagai event nasional maupun internasional diproyeksikan menjadi katalis peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi, aktivitas bisnis, sekaligus memperkuat multiplier effect bagi sektor perhotelan, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan pelaku usaha lokal," katanya.
Di kawasan Mandalika sendiri, dorongan pertumbuhan tersebut bakal makin digenjot lewat perhelatan akbar balap dunia Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Ajang balap motor internasional ini diyakini ampuh mendongkrak okupansi penginapan, menggerakkan moda transportasi, hingga menggerakkan geliat roda ekonomi UMKM di Nusa Tenggara Barat.
"Kami tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan setiap destinasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar melalui meningkatnya okupansi, lama tinggal wisatawan, aktivitas bisnis, serta peluang investasi," katanya.