Hujan Es Sebesar Kelereng Guyur Luwu Utara, Warga Berhamburan Berteduh—Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Sebesar Kelereng Guyur Luwu Utara, Warga Berhamburan Berteduh—Ini Penjelasan BMKG

PORTALENERGI.ID — Warga yang tengah beraktivitas di luar rumah mendadak berhamburan mencari perlindungan. Butiran es berjatuhan bersamaan dengan hujan deras, mengubah suasana sore itu menjadi riuh. Sebagian warga justru keluar untuk mengabadikan momen langka tersebut dengan ponselnya.

Dalam video yang beredar, butiran es seukuran biji jagung memenuhi halaman rumah dan berserakan di sekitar pemukiman. Suara gemuruh hujan bercampur es membuat sore itu terasa berbeda dari biasanya.

BMKG: Awan Cumulonimbus Jadi Pemicu

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan citra satelit dan radar, hujan es terjadi sekitar pukul 16.00-17.00 WITA.

"Hujan es disebabkan oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus yang sangat tinggi sehingga membentuk butiran es," jelas Nur Asia kepada detikSulsel, Minggu (23/8/2026).

Topografi Kecamatan Seko yang berada di kawasan lembah dan dikelilingi pegunungan turut memicu pembentukan awan konvektif. Kondisi ini memperkuat potensi terjadinya fenomena tersebut.

Waspada Dampak Butiran Es Berukuran Besar

BMKG mengingatkan potensi kerusakan dari fenomena ini, meski biasanya hanya berlangsung beberapa menit. Butiran es yang jatuh dengan kecepatan tinggi berisiko merusak atap rumah, tanaman pertanian, hingga kendaraan yang diparkir di luar ruangan.

"Hujan es perlu diwaspadai, meski biasanya berlangsung singkat. Butiran es yang besar bisa merusak atap rumah, tanaman, dan kendaraan," imbuh Nur Asia.

Hujan es sebenarnya bukan fenomena baru di Indonesia, terutama di wilayah dengan udara panas dan lembap yang memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus secara intensif. Namun, kejadian di daerah pegunungan seperti Seko tetap menarik perhatian karena jarang terjadi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan kerusakan signifikan akibat hujan es tersebut. Warga setempat diimbau tetap tenang namun waspada, terutama saat memasuki musim pancaroba.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index