JAKARTA - Petenis tunggal putra Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi, terus menggembleng kemampuannya menyongsong Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, melalui keikutsertaannya dalam deretan turnamen di China sebelum tampil di ajang multicabang tersebut.
"Masih tetap di Maanshan. Terus setelah Maanshan, ke Wunning. Setelah Wunning, langsung ke Bali. Terus setelah Bali, kemungkinan langsung ke China lagi. Setelah dari China, rest beberapa hari, langsung ke Asian Games," kata Rifqi kepada ANTARA melalui pesan instan, Senin.
Deretan kejuaraan tersebut menjadi sarana vital bagi Rifqi guna menjaga ritme kompetisi sekaligus memantapkan fisik dan mentalnya sebelum mengarungi persaingan sengit di Asian Games.
Pada ajang ITF M15 Maanshan yang tuntas Minggu (23/8), Rifqi mengukir hasil manis dengan merengkuh trofi juara di nomor tunggal sekaligus menjadi runner-up di sektor ganda.
Di partai puncak tunggal, atlet berusia 27 tahun yang menempati posisi unggulan kedua itu menumbangkan wakil Jepang unggulan ketiga, Kokoro Isomura, lewat skor akhir 7-5, 6-3.
Capaian tersebut menandai gelar tunggal ketiga yang disabet Rifqi sepanjang 2026, sekaligus memperpanjang rekor positifnya selama bertanding di Negeri Tirai Bambu.
Sehari sebelumnya, Rifqi yang berduet dengan petenis asal Armenia, Daniil Sarksian, harus puas mengamankan posisi runner-up ganda usai takluk dari pasangan Korea Selatan Yun SeongChung/Dong Ju Kim melalui duel alot 6-3, 5-7, 8-10.
Kendati gagal mengamankan mahkota juara ganda, Rifqi menilai pengalamannya di nomor tersebut membawa dampak positif bagi ketajaman performanya di sektor tunggal.
Ia menguraikan bahwa karakteristik laga ganda yang mengandalkan kecepatan eksekusi amat membantu mengasah ketepatan pengambilan keputusan saat berlaga di kategori tunggal.
"Bermain ganda sangat membantu. Terutama di return-nya, di reaction-nya, terus juga pengambilan keputusan yang sangat cepat. Karena kan main double, poinnya singkat," ujar Rifqi.
"Jadi kami pas main double itu deciding execution-nya mesti cepat. Benar banget, membantu banget buat main ke tunggalnya."
Usai memetik torehan positif di Maanshan, Rifqi dijadwalkan melanjutkan aksinya dalam turnamen lanjutan di kota yang sama pada 24-30 Agustus, sebelum akhirnya terbang ke Wunning.
Seusai dari China, ia direncanakan pulang ke Tanah Air guna berlaga di ajang ITF M15 Amman Men's World Tennis Tour Championship 2026 yang bergulir di Bali.
Selepas dari Pulau Dewata, Rifqi berpeluang kembali lagi ke China sebelum mengambil waktu jeda beberapa hari dan bertolak menuju Jepang untuk bertanding di Asian Games 2026.
Rangkaian ajang yang diikuti ini menjadi momen krusial bagi Rifqi untuk terus menjaga ritme permainan impiannya, setelah sebelumnya sukses mengamankan dua gelar tunggal pada ITF M15 Wunning akhir Juli lalu.