Srikandi Merdeka Cup Jadi Batu Loncatan Garuda Pertiwi Menuju Kualifikasi Piala AFC U-17

Srikandi Merdeka Cup Jadi Batu Loncatan Garuda Pertiwi Menuju Kualifikasi Piala AFC U-17

PORTALENERGI.ID — Gelaran yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 14-23 Agustus 2026 ini mempertemukan delapan tim dari tujuh negara. Namun di balik kemeriahan pertandingan yang disaksikan langsung ribuan penonton dan lebih dari satu juta penonton digital, ada target yang jauh lebih besar yang diemban dua wakil Indonesia: Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara.

Bukan Turnamen Dadakan, Sudah Dirancang Setahun Lalu

Program Director Caffino Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, mengungkapkan gagasan turnamen ini sudah muncul sejak Oktober 2025. Ide tersebut lahir dari sebuah pertanyaan mendasar setelah evaluasi program pembinaan usia muda.

"Setelah kami lihat, kok tidak ada turnamen yang pas, karena AFF U-16 itu digelar di tahun ganjil, sehingga tercetus, kenapa enggak kita bikin sendiri," kata Teddy saat diwawancarai Bola.com di Supersoccer Arena, Sabtu (22/8/2026).

Jembatan Terakhir Sebelum Seleksi Timnas U-17

Turnamen ini mengisi celah yang selama ini kosong dalam piramida pembinaan. Sebelumnya, Bakti Olahraga Djarum Foundation membangun kompetisi berjenjang mulai dari MilkLife Soccer Challenge untuk kelompok umur 8, 10, dan 12 tahun, lalu HYDROPLUS Soccer League untuk U-15 dan U-18.

Setelah para pemain terbaik terkumpul melalui ajang All-Stars, mereka butuh panggung yang lebih tinggi. Srikandi Merdeka Cup menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan lawan internasional.

Para pemain dari Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara yang tampil di turnamen ini akan kembali diseleksi untuk membentuk satu tim yang diproyeksikan tampil di Kualifikasi Piala AFC U-17 2027 di Singapura pada Oktober 2026.

"Jadi ini secara jadwal pelaksanaannya sangat pas. Memang kita set karena target sebenarnya adalah untuk Kualifikasi AFC U-17," ujar Teddy.

Mengukur Level Timnas dengan Lawan yang Tepat

Pemilihan negara peserta pun tidak dilakukan sembarangan. Tim-tim yang diundang dipilih dengan pertimbangan level permainan yang bisa menjadi tolok ukur kemampuan pemain Indonesia.

"Karena kita juga harus mengukur kemampuan tim nasional kita," kata Teddy.

Ketika Garuda Pertiwi akhirnya melangkah hingga final dan berhadapan dengan Thailand, laga tersebut menjadi ujian paling valid. Pertandingan itu menjawab pertanyaan besar: seberapa jauh perkembangan pemain Indonesia setelah menjalani kompetisi domestik secara rutin selama berbulan-bulan? Jawabannya terlihat dari performa para pemain di lapangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index