JAKARTA - Pernah merasa warna baju yang terlihat bagus saat dikenakan orang lain justru membuat wajah tampak kusam ketika dipakai sendiri? Hal serupa juga bisa terjadi saat memilih kosmetik.
Pengalaman tersebut membuat sebagian orang mencoba mengenali karakteristik warna kulit agar lebih mudah menentukan pakaian atau tata rias yang sesuai.
Salah satu istilah yang kerap muncul adalah olive skin, terutama ketika permukaan kulit terlihat memiliki nuansa kehijauan atau desaturated.
Namun, tampilan kulit yang terlihat olive tidak bisa menjadi satu-satunya patokan dalam memilih warna. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pakaian dan kosmetik terlihat lebih harmonis dengan complexion.
Kenali Olive Overtone dan Undertone
Konsultan analisis warna sekaligus pemilik jasa konsultan kecantikan Tint & Tones, Jessica Kelly, mengatakan bahwa tampilan kulit yang terlihat olive dapat muncul pada orang dengan warm, cool, maupun neutral undertone.
Kelly menjelaskan bahwa warna yang paling flattering tidak hanya ditentukan oleh undertone atau warna kulit yang terlihat di permukaan.
"Ya, tentu bisa berbeda. Warna yang paling flattering tidak hanya ditentukan oleh undertone atau warna kulit yang terlihat di permukaan, tetapi juga oleh tiga karakteristik utama dalam colour analysis, hue (warm–cool), value (light–dark), dan chroma (muted–vivid)," kata Kelly saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, dua orang yang sama-sama memiliki tampilan kulit olive belum tentu membutuhkan kelompok warna yang sama. Kamera pun tidak selalu dapat menunjukkan undertone secara akurat.
"Hal lain yang penting diperhatikan adalah kamera lebih mudah menangkap surface colouring atau overtone, bukan menentukan undertone secara akurat," ujarnya.
Karena itu, tampilan permukaan kulit yang terlihat olive sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai undertone olive.
Cara Pilih Baju dan Kosmetik untuk Kulit yang Terlihat Olive
Pemilihan warna pakaian tidak cukup dilakukan berdasarkan label "olive skin". Menurut Kelly, efek warna dapat berbeda pada setiap orang.
"Tidak ada satu warna yang secara universal kurang cocok untuk semua orang dengan kulit yang terlihat olive. Sama seperti tidak semua orang dengan cool undertone akan cocok dengan warna yang sama," jelasnya.
Dalam colour analysis, pemilihan warna mempertimbangkan hue, value, dan chroma. Tingkat intensitas atau saturasi juga perlu diperhatikan karena warna vivid dan muted dapat memberikan efek berbeda pada complexion.
Warna vivid adalah warna yang sangat cerah, menyolok, dan memiliki tingkat saturasi serta kontras yang tinggi sehingga terlihat hidup dan menarik perhatian.
Sementara warna muted adalah warna dengan tingkat saturasi atau intensitas rendah yang tampak lebih lembut, redup, atau sedikit berona keabu-abuan.
"Tingkat saturasi atau intensitas warna sangat berpengaruh, tetapi prinsip ini sebenarnya berlaku pada semua skin colouring, bukan hanya kulit yang terlihat olive," tutur Kelly.
"Warna yang sangat vivid dan warna yang sangat muted dapat memberikan efek yang berbeda pada complexion, begitu pula warna yang light dan deep," lanjutnya.
Dengan demikian, kulit yang tampak desaturated tidak otomatis harus menggunakan pakaian berwarna muted.
"Jadi, tampilan kulit yang terlihat desaturated tidak otomatis berarti seseorang harus menggunakan warna-warna muted. Kami tetap perlu melihat bagaimana ketiga faktor tersebut berinteraksi dengan complexion secara keseluruhan," terangnya.
Cara Pilih Makeup untuk Kulit yang Terlihat Olive
Colour analysis juga dapat diterapkan dalam pemilihan kosmetik, mulai dari foundation hingga pewarna bibir.
"Olive overtone, sama seperti skin tone lainnya, bisa mendapatkan banyak manfaat dari colour analysis karena penerapannya tidak berhenti pada warna pakaian saja, tetapi juga bisa membantu dalam pemilihan foundation, concealer, blush, lipstick, eyeshadow, hair colour, hingga contact lenses," papar Kelly.
"Untuk foundation, penting untuk mempertimbangkan depth serta surface colouring agar warnanya dapat menyatu dengan kulit," lanjutnya.
Sementara itu, warna perona pipi dan pemerah bibir juga tidak dapat disamaratakan.
"Untuk decorative makeup seperti blush dan lipstick, pilihan warna yang paling harmonis kembali bergantung pada karakteristik hue, value, dan chroma masing-masing individu," ujar Kelly.
Karena itu, tidak ada satu shade yang secara otomatis akan membuat semua kulit yang terlihat olive menjadi terlalu kuning, abu-abu, atau kehijauan.
"Efek warna tetap sangat individual," pungkasnya.
Jangan Hanya Mengandalkan Tampilan Kulit
Kelly menyarankan agar pemilihan warna pakaian maupun riasan wajah tidak hanya berdasarkan tampilan permukaan kulit.
Efek warna sebaiknya dilihat langsung pada keseluruhan wajah untuk mengetahui apakah complexion tampak lebih sehat dan harmonis.
"Bedakan antara surface colouring atau overtone yang terlihat pada kulit dengan undertone. Saat mencoba pakaian atau makeup, perhatikan efek warna tersebut pada keseluruhan wajah dan apakah complexion terlihat lebih sehat dan harmonis," kata Kelly.
Menurutnya, penentuan personal colour dapat dilakukan melalui proses draping secara langsung.
"Kami tetap kembali ke proses draping, dengan membandingkan hue, value, dan chroma secara langsung untuk melihat karakteristik warna mana yang paling harmonis pada masing-masing individu," tuturnya.