Dampak Penggunaan Empeng Pada Posisi Gigi Beserta Rahang Anak

Dampak Penggunaan Empeng Pada Posisi Gigi Beserta Rahang Anak
Ilstrasi Bayi Menggunakan Empeng.

JAKARTA - Empeng atau pacifier kerap menjadi salah satu benda andalan orang tua guna menenangkan bayi saat rewel. Benda yang dipakai dengan cara diisap ini juga sering diberikan ketika anak hendak tidur lantaran dinilai sanggup menghadirkan rasa tenang.

Sewaktu sudah terbiasa, empeng dapat menjadi bagian dari rutinitas harian anak, termasuk saat hendak beristirahat atau ketika memerlukan kenyamanan.

Namun, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut karena proses menghentikannya dapat menjadi kian sulit.

Dampak Penggunaan Empeng pada Anak Bisa Memengaruhi Posisi Gigi dan Rahang

Dokter spesialis gigi anak, drg. Herawati Kusuma, Sp.KGA, menyampaikan bahwa pemakaian empeng wajib diperhatikan lantaran dampaknya tidak sekadar berimbas pada gigi, melainkan juga rahang anak.

"Efeknya bukan hanya di gigi aja nih, efeknya nanti di rahang juga," kata Hera pada talkshow peluncuran Mayapada Dental Care (MDC) di Mayapada Hospital Jakarta Timur, Jumat (4/9/2026).

Ia menerangkan, kebiasaan memakai empeng mampu membuat posisi gigi anak terdorong ke depan dan struktur rahangnya ikut berkembang ke arah depan.

"Rahang, giginya bisa posisinya lebih ke depan, rahangnya juga ke depan," ujarnya.

Menurut Herawati, kondisi ini membuat orang tua perlu membatasi durasi pemakaian empeng dan tidak membiarkannya menjadi kebiasaan jangka panjang.

"Jadi bukan hanya gigi tapi juga rahang," tutur Hera.

Sebaiknya Dihentikan Sebelum Berusia 1 Tahun

Herawati menyebut empeng memang sanggup memberikan rasa aman serta nyaman untuk anak, tetapi kebiasaan tersebut justru dapat membuat proses penghentiannya kian berat apabila terus dibiarkan.

"Empeng itu kan memang membuat kebiasaan ya, dan itu membuat rasa aman nyaman di anak," kata Hera.

"Kalau sebetulnya itu tidak menyarankan sama sekali empeng karena nanti semakin lama dibiarkan semakin susah, terus terang nanti semakin susah ngelepasnya," terangnya.

Maka dari itu, orang tua yang anaknya masih mengisap empeng disarankan mulai menghentikan kebiasaan tersebut sebelum anak menginjak usia satu tahun.

"Nah, kalau bisa misalkan sekarang masih pakai empeng, kalau bisa sebelum satu tahun berhenti," tutur Hera.

Ia membeberkan bahwa pelepasan penggunaan empeng pada dasarnya berhubungan dengan proses membiasakan anak guna memperoleh rasa nyaman lewat cara lain.

"Itu sebetulnya hanya pembiasaan aja sih," ucap Hera.

Alihkan dengan Cara Lain

Bila empeng lazim digunakan untuk membantu anak tidur, orang tua dapat mencoba menyodorkan bentuk kenyamanan lain tanpa menggantinya dengan benda yang ditaruh di dalam mulut.

"Kalau misalkan tidurnya jadi enggak susah tidur nih anak, mungkin kami pakai cara lain, asal jangan sesuatu yang ditaruh di mulutnya," tutur Hera.

Orang tua dapat menemani anak sebelum tidur dengan mengajar interaksi, membacakan cerita, atau memberikan pelukan hangat sebagai bagian dari rutinitas baru.

"Jadi bisa bercerita atau bisa dipeluk seperti itu," imbuh Hera.

Di samping empeng, kebiasaan mengisap jempol juga perlu diperhatikan dan sebaiknya langsung dihentikan sejak awal kebiasaan tersebut muncul.

"Kemudian kebiasaan menghisap jempol itu juga, kalau awal-awal sudah sebaiknya segera dicoba dihentikan seperti itu," pesan Hera.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index