JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan kesiapan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulau Kalimantan dengan mengalokasikan seperangkat alat pemadam ke lima provinsi demi mempercepat penjinakan si jago merah sekaligus mencukupi pasokan air warga terdampak.
“Kementerian PU akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Kondisinya tentu berbeda-beda, tetapi bagi kami di PU yang penting adalah bisa cepat hadir sesuai kebutuhan di lapangan. Saya sudah minta jajaran untuk siaga dan bergerak, terutama untuk membantu menjaga layanan dasar masyarakat.” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), pengiriman fasilitas tersebut disalurkan lewat Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PU yang tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta via jalur laut.
Secara keseluruhan, terdapat 13 unit armada pendukung tambahan yang disiagakan untuk menguatkan penanggulangan karhutla di Kalimantan. Unit bantuan tersebut mencakup mobile pump berdaya sembur 250 liter per detik, water tank truck, serta pompa alkon ukuran 6 inci berdaya sembur 41,6 liter per detik.
Bagi daerah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Selatan, tiap wilayah memperoleh jatah satu unit water tank truck bervolume 5.000 liter, satu unit mobile pump 250 liter per detik, dan satu unit pompa alkon 6 inci.
Di sisi lain, BWS Kalimantan IV Samarinda untuk area Kalimantan Timur beserta BWS Kalimantan V Tanjung Selor untuk area Kalimantan Utara masing-masing memperoleh sokongan water tank truck bervolume 4.000 liter dan satu unit pompa alkon 6 inci.
Pasokan tersebut melengkapi ketersediaan sarana yang sudah ditempatkan di Pulau Kalimantan sebelumnya. Di luar kiriman dari Jakarta, kebutuhan pelengkap seperti pompa alkon 3 inci, jet sprinkler, backpack pump, selang extension, hingga tandon air bakal dipenuhi secara mandiri oleh tiap balai selaras kebutuhan wilayah.
Direktur Jenderal SDA Arnold A.P. Ritiauw menegaskan bahwa kesiapan jajaran sarana teknis ini memegang peranan krusial untuk menunjang percepatan aksi pemadaman di area bencana.
“Kami berharap peralatan yang disiapkan ini dapat membantu mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, terutama dalam mendukung pemadaman di lapangan. Kesiapan peralatan ini merupakan bagian dari dukungan Kementerian PU dalam menghadapi kondisi karhutla," ujar Arnold A.P. Ritiauw.
Selanjutnya, Ditjen SDA akan terus membangun komunikasi intensif bersama BWS di kawasan Kalimantan demi menjamin seluruh peralatan dalam kondisi prima dan siap difungsikan sewaktu-waktu sesuai dinamika lapangan.
Langkah ini menegaskan komitmen Kementerian PU yang tidak sekadar berfokus pada pembangunan dan tata kelola infrastruktur sumber daya air, tetapi juga menjamin kesiapan sarana teknis saat warga berada dalam situasi tanggap darurat.