Pantau Distribusi BBM Subsidi Pertamina dan BPH Migas Urai Antrean

Senin, 06 Juli 2026 | 01:18:32 WIB
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas (kanan) melakukan pemantauan distribusi BBM di SPBU, Jatim, Kamis (2/7/2026).

JAKARTA - Pertamina Patra Niaga menjamin pemenuhan kebutuhan BBM bersubsidi di seluruh wilayah operasional berjalan tanpa hambatan, mulai dari penyediaan stok hingga proses distribusi ke masyarakat.

Langkah ini diperkuat melalui pengawasan bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) guna memastikan penyaluran energi bersubsidi tersebut tepat sasaran di Jawa Timur.

Executive General Manager Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, menyebutkan bahwa antrean kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah SPBU wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir kini mulai terurai dan berangsur normal.

“Pertamina Patra Niaga bersama BPH Migas terus melakukan langkah percepatan distribusi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat, terutama sektor logistik, terpenuhi dengan baik melalui monitoring bersama yang dilaksanakan dua hari berturut-turut awal pekan ini (1-2 Juli),” ujarnya.

Dalam agenda peninjauan tersebut, Kepala BPH Migas hadir langsung bersama perwakilan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM serta Wakil Ketua Ombudsman.

Rombongan meninjau kondisi riil di lapangan guna mengecek ketersediaan pasokan BBM bersubsidi, khususnya jenis biosolar yang dialokasikan bagi angkutan barang dan kendaraan pribadi.

Proses pemantauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari Terminal BBM selaku titik pasokan hingga SPBU sebagai garda terdepan penyaluran kepada konsumen.

Berdasarkan hasil pemantauan pada sejumlah SPBU di rute Surabaya hingga Gresik, kepadatan antrean armada di lapangan dilaporkan sudah mulai berkurang secara signifikan.

“Sesuai laporan dari Pertamina Patra Niaga dan kami cek langsung ke lapangan, antrean ini (kendaraan) sudah sangat melandai. Rerata saat ini antrean sekitar 5-6 truk long chasis (sasis panjang) dan situasi ini juga tidak mengganggu rutinitas masyarakat,” ujar Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas.

Wahyudi menguraikan bahwa wilayah Surabaya dan Gresik memegang peranan krusial sebagai jalur penghubung utama dengan intensitas pergerakan logistik yang tinggi, terutama yang bersumber dari Pelabuhan Tanjung Perak.

Padatnya arus lalu lintas angkutan barang tersebut memicu lonjakan volume permintaan BBM pada beberapa titik pengisian.

Menurutnya, kapal logistik yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak maupun Gresik memicu kenaikan lalu lintas angkutan darat yang cukup tajam pada periode 22-26 Juni 2026.

Sejumlah titik yang menjadi fokus pengawasan ketat meliputi SPBU Tol Surabaya-Gempol Kilometer 26, SPBU Tambak Osowilangun, SPBU Tambak Langon, dan SPBU Kebomas Gresik.

Untuk mengatasi kemacetan antrean tersebut, Iwan Yudha Wibawa menjelaskan bahwa pihaknya menempuh beberapa strategi operasional.

Langkah tersebut meliputi perpanjangan masa operasional armada mobil tangki hingga 24 jam penuh, percepatan pengiriman stok, serta penerapan sistem pengalihan suplai dari fasilitas terdekat.

"Pertamina telah melaksanakan prioritas pengiriman dari Terminal BBM supply point dan juga alih suplai dari Terminal BBM terdekat dari wilayah penyaluran. Alih suplai dilaksanakan dua kali lipat sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat. Selain itu, mobil tangki juga dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman ke wilayah dengan kendala pasokan dan demand tertinggi," ujarnya.

Faktor lain yang memicu kenaikan permintaan energi di lapangan adalah momentum libur sekolah yang mendongkrak mobilitas masyarakat menuju Surabaya melalui jalur transportasi darat, laut, maupun udara.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa pihak perusahaan terus mengatur sistem antrean di SPBU agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan umum.

Upaya ini dilakukan dengan memaksimalkan petugas pengatur di SPBU serta berkoordinasi bersama Dinas Perhubungan dan Satlantas setempat.

"Pertamina terus melakukan monitoring ketersediaan produk BBM di seluruh SPBU dan menerapkan early warning system pada saat ada lonjakan permintaan produk BBM. Ketersediaan seluruh produk BBM dalam posisi terjaga dan tersedia di SPBU dan Terminal BBM Pertamina Patra Niaga di seluruh wilayah Jawa Timur. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi situasi dan informasi yang beredar dan juga tetap bijak menggunakan energi sesuai dengan kewajaran dan kebutuhan," ucapnya.

Terkini